DM, Terduga Pelaku PETI di Sangihe Kembali Beraksi, 6 Alat Berat Diselundupkan dengan LCT Everest XL ke Entanah Mahamu

banner 120x600
banner 468x60

MANADO, Ketik24.com – Aksi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Kepulauan Sangihe dikabarkan mulai menggeliat.

Sebuah sumber belum lama ini mengungkapkan, salah seorang terduga pelaku PETI di Sangihe berinisial DM alias Dick kembali akan menjalankan aktifitas PETI di lokasi pertambangan emas ilegal, Entanah Mahamu, wilayah Teluk Binebas desa Bowone, Tabukan Selatan Tengah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Kabar menggeliatnya aktifitas PETI ini di akhir tahun 2025 ditandai dengan diselundupkannya 6 unit alat berat berupa 3 unit excavator, 1 unit Bolduser dan 2 unit dump truk berukuran 10 bola ke Sangihe menggunakan LCT Everest XL dan diturunkan di lokasi pertambangan emas ilegal, Entanah Mahamu, wilayah Teluk Binebas desa Bowone, Tabukan Selatan Tengah Kabupaten Kepulauan Sangihe pada Jumat (14/11/2025) dini hari.

Dari tayangan video yang dikirimkan Sumber ke redaksi, LCT Everest XL menurunkan 6 unit alat berat tersebut bukan dilokasi dermaga resmi. Lokasi Entanah Mahamu yang terletak di wilayah Teluk Binebas desa Bowone, Tabukan Selatan Tengah, Kabupaten Kepulauan Sangihe disebutkan adalah lokasi pertambangan emas ilegal di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Pelayaran LCT Everest XL yang mengangkut alat berat ini diduga ilegal, namun bisa berjalan mulus karena kuat dugaan adanya keterlibatan aparat penegak hukum (APH) dan otoritas pelabuhan secara ilegal.

Pasalnya, ketika redaksi melakukan penelusuran lebih lanjut posisi LCT Everest XL lewat Marine Traffic atau VesselFinder pada Jumat (14/11/2025) lalu, posisi LCT Everest XL dengan Call Sign PNKM, Maritime Mobile Service Identity (MMSI) 525023128 berada diperairan pulau Lembe, Bitung.

Marine Traffic atau VesselFinder juga melaporkan, waktu keberangkatan LCT Everest XL dari pelabuhan Bitung pada Selasa (11/11/2025) pukul 08.48 Wita dengan tujuan pelabuhan yang tidak diketahui.

Ketika redaksi kembali mengecek keberadaan posisi LCT Everest XL lewat Marine Traffic atau VesselFinder, pada Selasa (9/12/2025) pukul 22.45 Wita, dilaporkan posisinya sudah berada di pelabuhan Bitung.

Marine Traffic atau VesselFinder melaporkan LCT Everest XL tiba di pelabuhan Bitung pada Senin (1/12/2025) pukul 16.14 Wita dari pelabuhan asal Melonguane. LCT Everest XL yang memiliki panjang 45 meter dan lebar 8 meter ini dilaporkan berangkat dari pelabuhan Melonguane pada Minggu (30/11/2025) pukul 01.19 Wita dini hari.

Redaksi masih akan melakukan upaya konfirmasi ke sejumlah pihak terkait termasuk Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas I Bitung terkait aktifitas PETI di Entanah Mahamu yang terletak di wilayah Teluk Binebas desa Bowone, Tabukan Selatan Tengah, Kabupaten Kepulauan Sangihe serta dugaan pelayaran ilegal LCT Everest XL dari Pelabuhan Bitung ke Entanah Mahamu yang terletak di wilayah Teluk Binebas desa Bowone, Tabukan Selatan Tengah, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!