KETIK24Com – Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) kota Manado kembali tercoreng.
Peristiwa ‘Putri yang Tertukar’ yang terjadi pada calon anggota Paskibraka Manado dari SMK Negeri 3 Manado pada tahun 2021 lalu kembali terjadi.
Kali ini menimpa MG alias Martin, siswa kelas 10 SMAN 7 Manado.
Berdasarkan Surat Tugas untuk mengikuti seleksi anggota Paskibraka kota Manado tahun 2022 nomor : 099/EK.1.7/SMA7/2022 yang dikeluarkan pihak sekolah SMAN 7 Manado tanggal 21 Februari 2022 dan ditandatangani Kepala Sekolah, MG alias Martin adalah peserta seleksi calon anggota Paskibraka Manado dari SMAN 7.

untuk mengikuti seleksi anggota Paskibraka kota Manado tahun 2022 tidak tertulis nama BG alias Bethrand. (Foto : Ist)
Setelah 3 hari mengikuti seleksi tingkat di tingkat kota Manado, MG alias Martin pun harus menelan pil pahit ketika dinyatakan tidak lulus.
Tidak lulus atau tidak menang dalam sebuah kompetisi adalah hal yang biasa.
Namun, peristiwa yang dialami MG alias Martin menjadi luar biasa, karena adanya nama siswa peserta seleksi di tingkat 2 yang berasal dari sekolah yang sama dengan MG alias Martin dinyatakan lulus tapi namanya tidak tercantum didalam Surat Tugas yang dikeluarkan SMAN 7 Manado.
Ibunda MG alias Martin, Nova Wowor, yang adalah mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) pun tak mau melihat putranya kecewa.

“Saya tidak mempermasalahkan hasilnya. Tapi anak saya selalu bilang kalau teman-temannya menyampaikan kalau ada teman satu sekolahnya berinisial BG alias Bethrand bisa lulus tanpa mengikuti seleksi di sekolah,” kata Nova Wowor (42), ke sejumlah awak media ketika ditemui disebuah Cafe di kota Manado, Senin (18/4/2022).
Nova pun mengungkapkan akan melakukan upaya hukum dan meminta bantuan hukum kepada dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Neomesis Manado karena merasa dirugikan dengan keputusan Timsel.
“Saya akan konsultasi dengan pihak-pihak terkait, atau dengan LBH. Saya akan minta pendampingan hukum atas ketidakadilan ini,” tegasnya.
Nova mengungkapkan Ia mengantongi sejumlah bukti terkait tudingan yang dilayangkan ke pihak SMAN 7 Manado serta Timsel Paskibraka Pemkot Manado.
Masalahnya sejak tanggal 21 Februari 2022 pihak sekolah telah mengumumkan siswa-siswi yang mewakili sekolah untuk mengikuti seleksi calon Paskibraka Manado melalui surat tugas.
Dari surat tersebut, lanjut Nova, hanya ada 20 calon Paskibraka.
Menurut Nova, dari 20 nama itu ada salah satu ada calon paskibraka dari sekolah tersebut tidak ikut seleksi di sekolah namun yang bersangkutan dinyatakan lulus oleh Timsel Paskibraka pada seleksi tingkat Kota Manado.
“Bukti, ada surat tugas yang awalnya pertama 20 orang yang ada ikut dari sekolah. Nama anak yang tidak ikut itu namanya tidak ada di situ. Tapi bisa mengikuti seleksi di tingkat kota Manado dan dinyatakan lulus,” bebernya.
Sebagai orangtua, Ia berharap kejadian semacam ini tidak lagi terjadi pada kemudian hari.
Nova meminta pihak pemerintah kota Manado tidak menutup mata dengan masalah tersebut.
“Semoga pemerintah kota turun tangan. Perhatikan, supaya tidak terjadi begini,” tegasnya.
Praktik-praktik yang sangat tidak mendidik seperti ini sudah dipertontonkan sejak dini di dunia pendidikan.
“Bagaimana caranya seorang Siswa berinisial BG alias Bethrand yang namanya tidak tercantum didalam Surat Tugas yang dikeluarkan SMAN 7 Manado, tiba-tiba saja ikut seleksi di tingkat kota dan sekarang dinyatakan lulus seleksi calon Paskibraka kota Manado tahun 2022. Ini konyol!,” pungkas Nova.
Informasi yang berhasil dirangkum, BG alias Bethrand adalah putra dari seorang purna Paskibraka.
Ketua Pansel Paskibraka Kota Manado tahun 2022 Sterry F Andi, SH, MH ketika menghubungi awak Ketik24.com mengatakan akan menggelar jumpa pers pada Kamis (21/4/2022) pukul 15.00 Wita di Rumah kopi Kofie’s Manado.
Penulis/Editor : Simon Ronal















