KETIK24Com – Proyek Infrastruktur Renovasi dan Rehabilitasi 263 unit rumah atau dikenal juga dengan Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) di Manado-Likupang lewat Kementerian PUPR berbandrol Rp 36,6 miliar diduga bermasalah.
Proyek 263 unit rumah yang dibuat menjadi rumah dengan fungsi usaha dilaksanakan di 3 (tiga) Desa di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yaitu Marinsow, Pulisan, Kinunang dan satu Kelurahan di kota Manado yakni di Pulau Bunaken.
Proyek penataan yang menggunakan APBN di 5 (lima) Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Manado-Likupang ini mendapat keluhan dari masyarakat beberapa desa di Kecamatan Likupang Timur karena dana yang sedianya dianggarkan sebesar Rp 115 juta per unit rumah belum sepenuhnya diberikan ke kelompok masyarakat.

Bahkan, menurut penuturan beberapa masyarakat desa Marinsouw sistem pencairan anggarannya diberikan secara bertahap.
“Awalnya anggarannya diberikan besar. Terakhir ini cuma diberikan Rp 1 juta beberapa kali dan sekarang terhenti sehingga pekerjaannya pun terhenti dan rumah belum selesai,” pengakuan beberapa warga desa Marinsouw.
Pantauan Ketik24.com di desa wisata Marinsouw ada 61 unit Surhunta tapi 26 unit tidak berfungsi diduga karena kehabisan dana pembangunan.

Total Surhunta di 3 desa wisata di Kabupaten Minut sebanyak 217 unit Surhunta dengan anggaran Rp 115 juta per unit.
Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Kementerian PUPR Provinsi Sulawesi Utara ketika dikonfirmasi Senin (14/6/2022) mengaku pekerjaan telah selesai.
“Pekerjaan dan penyelesaiannya itu tergantung masyarakat pak,” ujar beberapa staf ke sejumlah wartawan ketika ditemui di kantor Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) di bilangan ringroad, Senin (14/6/2022).

Namun, Kasie Wilayah 1 BP2P, Ani, yang ditemui wartawan meminta agar wartawan terlebih dahulu membuat janji dan menjadwalkan pertemuan kembali dengan pihak BP2P.
“Bapak bisa buat janji dulu untuk konfirmasi. Karena kami butuh menyiapkan data-datanya terlebih dahulu untuk menjawab konfirmasi wartawan. Atau bisa besok pagi kita jadwalkan. Karena Saya harus konfirmasi dulu untuk waktunya pimpinan kita,” pungkas Ani.
Penulis/Editor : Simon Ronal















