KETIK24Com – Kabupaten Kepulauan Talaud darurat kesehatan!
Hal ini layak disematkan pasca minculnya tayangan video Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud Jekmon Amisi (JA) lewat akun facebooknya, Selasa (12/7/2022).
Pada tayangan video berdurasi 1 menit 10 detik tersebut, JA menginformasikan bahwa Ia lagi melihat pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mala milik Pemkab Talaud.
“Kita lagi di Rumah Sakit Mala ini, ada liat pasien HB rendah tapi tidak bisa transfusi darah karena alat transfusi darah tidak ada,” ujar kandidat kuat Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud yang dikenal sangat peduli dengan keadaan masyarakat.
Mendapat kenyataan tersebut, JA mengungkapkan bahwa DPRD sudah mati-matian memperjuangkan anggaran pengadaan bank darah.
JA juga menyayangkan kondisi rumah sakit yang kotor bahkan ketidaktersediaan obat.
“Yang lebih memiriskan dan memprihatinkan adalah rumah sakit Mala ini sudah sangat-sangat memprihatinkan, obat nda ada, alat-alat nda ada dan kotor,” ungkap JA.
Bahkan JA sempat mengungkapkan tentang aksi para tenaga medis dan THL yang honornya tak dibayarkan lagi.
“Nintau (tidak tau : red) daerah ini mau jadi bagaimana,” kritik JA di menit akhir videonya.
Diketahui, Kabupaten Kepulauan Talaud saat ini dipimpin oleh seorang Bupati yang memiliki latar belakang akademik dan profesi adalah seorang dokter.
Profil Bupati yang bisa dilihat di website Pemerintah Kabupaten Talaud : www.talaudkab.go.id, jelas tertulis nama dr. Elly Engelbert Lasut, M.E yang lahir 28 Oktober 1969.
Bupati dr. Elly Engelbert Lasut, M.E atau lebih dikenal dengan nama E2L tercatat mengecap pendidikan S1 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi pada tahun 1988—1995.
Sebelum menjabat sebagai Bupati, sebagai ASN E2L pernah menjabat sebagai Kepala Puskesmas Kecamatan Rainis Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud tahun 1996—1999.
E2L jiga tercatat pernah memgikuti Program Beasiswa Pendidikan Spesialis Penyakit Dalam RSUP Malalayang tahun 2000—2003.
Miris memang. Kabupaten yang dipimpim Bupati seorang dokter malah mengalami darurat obat dan alkes.
Berikut tulisan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Talaud Jekmon Amisi yang ditulis di kolom video facebooknya :
KITA WAKIL KETUA DPRD KABUPATEN TALAUD,BERDOSA DAN BERSALAH BAGI RAKYAT TALAUD JIKA TIDAK MENYIKAPI HAL INI,SANGAT MEMPRIHATINKAN DAN MENGHARUKAN KONDISI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MALA,PASIEN TABIAR,OBAT NDA ADA BPJS NDA GUNA KARNA OBAT KOSONG TERPAKSA KELUARGA PASIEN MEMBELI OBAT DILUAR,PASIEN DARURAT MO TRANSFUSI DARA TIDAK BISA DITANGANI KARNA ALAT UNTUK TRNANSFUSI DARA SO NDA ADA,PASIEN SANGAT DARURAT MO OPRASI NDA BISA DI OPRASI KARNA OBAT DAN ALAT OPRASI NDA ADA SEHINGGA BAYI MENINGGAL DALAM KANDUNGAN,TUNJANGAN DAN HONOR TENAGA MEDIS DOKTER AHLI DAN TUNJANGAN TENAGA MEDIS BELUM DIBAYARKAN,TENAGA KEBERSIHAN DIBERHENTIKAN KARNA ANGGARAN HABIS,ANGGARAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MALAH SUDA DI SEPAKATI DIMANAA,?? PEBANYA JANJI KAMPANYE MULU BABUSA BUSA DIKAMPANYE BAHWA KESEHATAN RAKYAR KABUPATEN TALAUD MENJADI PRIORITAS, DIMANA REALISASi JANJI JANJI ITU,???? DIMANAAAAAA,???? KITA KEMARIN SANGAT KAGET DAN SEDI MENDENGAR KELUHAN PASIEN DAN KELUHAN KELUARGA PASIEN DI RS MALA,JIKA DIDIAMKAN TERUS KASIHAN RAKYAT TALAUD,MUDA MUDAHAN MENDAPAT PERHATIAN DARI PIMPINAN DAERAH YANG MEMEGANG KENDALI KEWENANGAN MEMERINTAH DAERAH INI,
Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi ke pihak RSUD Mala dan Dinas kesehatan Pemkab Talaud masih terus dilakukan.
Penulis/Editor ; Simon Ronal















