PEMIMPIN BUKAN BOS

banner 120x600
banner 468x60

PEMIMPIN BUKAN BOS

(Catatan kecil: Jim R. Tindi)

Para pelayan di gereja adalah mereka yang memangku jabatan dalam gereja, yaitu pendeta, penatua dan diaken. Mereka yang biasa disebut sebagai pejabat gereja. Sebenarnya Allah sendiri yang melayani dalam gereja-Nya, dan menempati tempat yang pertama serta tertinggi di dalamnya.

Namun, Dia tidak tinggal di tengah-tengah kita sedemikian rupa sehingga kehadiran-Nya tidak dapat dilihat oleh mata kita. Oleh karena itu, Ia memakai manusia untuk memilih

Istilah yang digunakan dalam Perjanjian Baru (PB) untuk menyebut pelayan atau pejabat gereja adalah “diakonos”.

Yang sangat ditonjolkan dalam PB untuk memahami hakikat dan sikap jabatan gerejawi dalam pengertian diakonos adalah sikap dan sifat kerendahannya.

Dalam pelayanan Yesus bersama murid-murid-Nya, ada kesan bahwa murid-murid pernah bertengkar mengenai siapa yang terbesar di antara mereka tetapi Yesus menjawab mereka bahwa yang terbesar adalah mereka yang mempunyai kerendahan hati untuk melayani (Mrk. 9:33-37; Mat. 18:1-5; Luk. 9:46-47).

Jadi yang memangku jabatan dalam gereja disebut pelayan yang tugasnya untuk melayani, bukan untuk memperoleh kedudukan.

Kepemimpinan Yang Melayani

Dalam menerapkan kepemimpinan di tengah kehiduan berjemat selaku pelayan khusus, tentu seorang Pelsus lebih cocok menerapkan gaya kepemimpinan yang demokratis, dimana dalam pengambilan keputusan diambil secara bersama-sama, dan bukan berdasarkan kehendak diri sendiri.

Hal ini adalah bagian dari kepemimpinan yang melayani. Kepemimpinan yang melayani memiliki komitmen yang kuat untuk melayani sesama. Karena itu keanemimpin yang melayani haruslah berpola pada kepemimpinan Tuhan Yesus yaitu untuk melayani dan bukan untuk dilayani (Mrk. 10:45).

Ia adalah seorang pemimpin yang mendahulukan orang lain dari pada dirinya sendiri. Pendekatannya bukanlah pendekatan “kuasa” tetapi pendekatan hubungan atau relasional. Gaya ini selalu menekankan kerendahan hati kepada mereka yang dipimpin. Kedudukan yang diberikan kepadanya dipahami sebagai sarana yang mendahuluinya ia melayani kepentingan orang banyak.

Kepemimpinan Gereja bukan suatu kepemimpinan show force melainkan suatu kepemimpinan yang merangkul dan mengayomi. Memang seorang pemimpin dituntut tegas dalam bertindak tetapi tidak berarti ia harus keras dan otoriter. Ia harus mampu mengendalikan dirinya sebagai salah satu buah Roh Kudus (Gal. 5:22).

Berkaitan dengan kepemimpinan yang melayani, maka Rick Waren mendaftarkan beberapa hal :

– Pelayan-pelayan sejati memberikan diri mereka untuk melayani

– Pelayan-pelayan sejati memperhatikan kebutuhan

– Pelayan-pelayan sejati melakukan yang terbaik dengan apa yang mereka miliki

– Pelayan-pelayan sejati mengerjakan setiap tugas dengan dedikasi yang sama

– Pelayan-pelayan sejati setia kepada pelayanan mereka

– Pelayan-pelayan sejati tetap rendah hati

Pemimpin yang sejati adalah pemimpin yang mau melayani. Ciri penting kepemimpinan pelayan adalah memberikan teladan. Teladan positif sangat diperlukan oleh orang-orang yang dipimpin agar mereka bisa mencontohi.

Dengan teladan yang baik seorang pemimpin berusaha memengaruhi bawahannya untuk menciptakan semangat memiliki, keterlibatan yang aktif dan memiliki komitmen terhadap tujuan bersama.

Seorang pemimpin pelayan sejatinya memiliki kemampuan dan sikap yang berani mengajak, mau mendengarkan dan memahami, mau berefleksi/reorientasi diri, mau menerima dan berempati, melihat kenyataan apa adanya, mampu meyakinkan orang lain, menyembuhkan, membangun komunitas dan mampu melihat ke dalam diri.

Pemimpin pelayan adalah pribadi yang memiliki kualitas yang dibutuhkan. Ia menjadikan dirinya seperti seorang pelayan yang selalu siap jika dibutuhkan. Jika demikian pendekatan yang terjadi dalam organisasi adalah pendekatan yang penuh persaudaraan dan saling melayani.

Pemimpin pelayan tidak menjadikan dirinya sebagai pribadi yang dilayani. Ia mampu mengurus dirinya sendiri dengan baik.

Semangat Melayani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!