KETIK24Com, Manado – Mantan Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI) Irjen. Pol. Drs. Setyo Budiyanto, S.H., M.H ditunjuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Kapolda Sulut).
Mutasi tersebut berdasarkan surat Telegram Kapolri Nomor: ST/2224/X/KEP/2022, tertangal 14 Oktober 2022, yang ditandatangani AS SDM Polri Irjen Pol Wahyu Widada untuk menggantikan pejabat lama Irjen Pol Mulyatno.
Berdasarkan mutasi tersebut, Irjen Pol Mulyatno pun di mutasi sebagai Perwira Tinggi (Pati) di Polda Sulut dalam rangka pensiun.
Diketahui, sebelum menggantikan Irjen Pol Mulyatno, Irjen. Pol. Drs. Setyo Budiyanto, S.H., M.H menjabat sebagai Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak 17 Desember 2021 – 14 Oktober 2022.

Lulusan Akpol tahun 1989 yang berpengalaman dalam bidang reserse ini juga pernah menjabat sebagai Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2020 silam.
Ketika di KPK RI, Irjen. Pol. Drs. Setyo Budiyanto, S.H., M.H yang kala itu masih berpangkat Brigjen, berhasil menorehkan sejumlah prestasi, diantaranya berhasil menangkap Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin yang tersangkut kasus suap penanganan perkara kasus suap Dana Alokasi Khusus (DAK) di Lampung Tengah dengan menyuap mantan penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju dan seorang pengacara bernama Maskur Husain, dengan uang senilai Rp3.099.887.000 dan US$36.000.
Ia juga berhasil membongkar kasus dugaan suap pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dengan melakukan penahanan terhadap pegawai DJP Alfred Simanjuntak.
Pulau Sulawesi pun tak asing lagi buat Jenderal Polisi kelahiran Surabaya, 29 Juni 1967. Awal karirnya di Kepolisian, Irjen. Pol. Drs. Setyo Budiyanto, S.H., M.H tercatat sebagai Perwira di jajaran Polda Sulawesi Selatan (Sulsel).
Irjen. Pol. Drs. Setyo Budiyanto, S.H., M.H juga pernah berkarir di Polda Lampung.
Sebelum berkarir di Komisi Anti Rasuah, Irjen. Pol. Drs. Setyo Budiyanto, S.H., M.H pernah menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua pada tahun 2011, selanjutnya menjadi Penyidik Utama Biro Wassidik Bareskrim Polri.
Jenderal Budiyanto juga pernah menjadi Penyidik Eksekutif Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia (OJK-RI) sebelum akhirnya menjabat sebagai Direktur Penyidikan KPK-RI pada tahun 2020.
Sedangkan untuk jabatan Kapolda NTT yang ditinggalkan Irjen. Pol. Drs. Setyo Budiyanto, S.H., M.H diisi oleh mantan Wakapolda Sulut yang juga Lulusan Akpol 1989, Irjen Pol, Drs, Johanis Asadoma, SIK, M.Hum.















