DPP Gerindra Belum Respon Surat Aduan Seorang Ibu ke Prabowo

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto
banner 120x600
banner 468x60

KETIK24Com, Jakarta – DPP Partai Gerindra hingga saat ini belum merespon surat pengaduan yang dilayangkan seorang perempuan MT.

Surat yang ditujukan langsung ke Ketum Prabowo Subianto itu, isinya menyangkut kelakukan seorang kader Partai Gerindra berinisial AP alias Anton, yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD Provinsi Yogyakarta.

Dalam surat tersebut, MT memohon petunjuk dan keadilan kepada Ketum Prabowo Subianto atas kelakukan Anton yang diduga menelantarkan seorang anak hasil hubungan biologisnya dengan MT.

MT dalam suratnya menyampaikan kronoligis bahwa ia dan lelaki Anton sempat merencanakan pernikahan pada tahun 2011 silam.

Di mana kondisi MT saat itu, sedang hamil tiga bulan, mengandung anak dari Anton. Pernikahan mereka direncanakan dilangsungkan pada tanggal 28 April 2011.

Namun alih-alih menikah, Anton yang kini diketahui menjabat Ketua DPC Gerindra Kota Yogyakarta, tanpa alasan jelas pergi meninggalkan MT. Bahkan dalam surat tersebut, Anton tidak mengakui anak yang dikandung MT adalah anaknya.

MT kemudian memohon untuk dilakukan tes DNA, namun Anton menolak.

Secara gamblang Anton hanya memberikan selembar surat dengan materai, yang mana menyatakan akan mengakui anak yang dikandung MT adalah anaknya.

Anton juga disebut sempat menawarkan uang Rp100 juta dengan syarat dirinya tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan anak yang dikandung MT untuk selamanya.

Anak yang dikandung MT kemudian lahir dan kini telah menapaki usia remaja, 11 tahun.

Selama masa pertumbuhan, sang anak sama sekali tidak pernah diberikan nafkah oleh Anton, ayah biologisnya.

Upaya komunikasi via telepon dilakukan MT namun tak pernah digubris. Nomor telepon MT malah selalu diblokir Anton.

Atas persoalan tersebut, MT berharap pimpinan DPP Gerindra bahkan Ketum Prabowo Subianto bisa merespon sekaligus memberikan nasehat, petunjuk atau bahkan arahan terkait kelakuan AP alias Anton yang merupakan kader Partai Gerindra.

“Anak saya mulai tumbuh remaja, mulai mengerti dan mulai sering bertanya siapa bapaknya. Sebagai seorang ibu saya hanya bisa menangis tanpa berkata apa-apa,” ungkap MT kepada wartawan via telepon, Sabtu (15/10/2022).

MT mengaku melayangkan surat tersebut sejak bulan Juni 2022 lalu, namun hingga kini belum direspon.

DPP Gerindra belum berhasil dimintai tanggapan terkait surat yang dilayangkan MT. Begitu juga dengan AP alias Anton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!