KETIK24Com, Manado – Oknum Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi Manado (Fisip Unsrat) berinisial GU alias Gustaf membantah pemberitaan beberapa media tentang pelecehan seksual yang dilakukannya terhadap mahasiswinya berinisial MM alias Mon.
GU alias Gustaf ke sejumlah wartawan mengatakan tidak pernah melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi berinisial MM alias Mon.
“Pada saat itu, ada 3 orang mahasiswa angkatan tahun 2020 yang melakukan konsultasi ke rumah Saya, yaitu Gilbert, Indri Rompas dan MM alias Mon yang sudah melaporkan Saya dengan mengaku mengalami pelecehan seksual. Jadi saat itu, selain MM alias Mon, ada 2 orang mahasiswa lainnya yang datang ke rumah bersama-sama MM alias Mon. Keduanya teman satu kelompok belajar dengan MM alias Mon. Dan MM alias Mon yang memaksa keduanya untuk datang ke rumah Saya. Jadi tuduhan MM alias Mon itu tidak benar. Kedua mahasiswa temannya MM alias Mon yakni Gilbert dan Indri menyaksikan langsung tidak ada peristiwa pelecehan seksual,” ujar Dosen yang dikenal vokal dan kritis ini, Rabu (19/10/2022).
GU alias Gustaf mengaku sempat terkejut ketika dijemput anggota Kepolisian dari Polresta Manado atas laporan MM alias Mon dengan tuduhan melakukan pelecehan seksual di rumahnya.
“Saya sempat dijemput Polisi dan dibawa ke Polresta Manado. Disana Saya sempat diminta untuk mengakui perbuatan yang tidak saya lakukan, yaitu sudah melakukan pelecehan seksual terhadap MM alias Mon. Saya tidak pernah menyentuh payudara MM alias Mon, seperti yang dikatakan MM alias Mon dan diberitakan media,” jelas GU alias Gustaf lagi.
GU alias Gustaf bercerita, pada saat ketiga mahasiswanya berkonsultasi, Ia hanya memegang tangan MM alias Mon yang tengah melakukan pencarian materi kuliah lewat handphone. Dan itu pun menurut GU alias Gustaf bukan melakukan pelecehan seksual.
“Pada saat itu, MM alias Mon mengaku tidak bisa memahami materi mata kuliah. Saat itu handphonenya dia pegang, Jadi untuk mempermudah Saya menggeser-geser materi yang tampil dilayar handphone MM alias Mon, Saya pegang tangannya yang lagi pegang handphone. Tidak lebih dari itu. Tidak ada pelecehan seksual seperti yang dituduhkan. Karena yang Saya lakukan itu disaksikan 2 mahasiswa lainnya yang datang bersama MM alias Mon,” beber GU alias Gustaf.
Sepanjang mereka konsultasi, tidak ada juga rasa keberatan dari MM alias Mon saat Saya pegang tangannya untuk mempermudah menggeser-geser layar handphone yang menampilkan materi kuliah, tambah GU alias Gustaf yang mengaku tidak menyangka yang dia lakukan dikategorikan MM alias Mon adalah pelecehan seksual dan disebut memegang payudara.
“Di Polresta Manado pun kami sudah menyatakan sepakat berdamai dan tidak melanjutkan masalah ini ke proses hukum lebih lanjut. Karena apa yang dilaporkan MM alias Mon tidak memiliki bukti dan dasar hukum. Di Polres dia sempat mengatakan sudah ada Saksi dengan menyebut nama mahasiswa yang bersama-sama dengan dia melakukan konsultasi. Tapi ternyata Saksi ini sudah menyatakan tidak ada pelecehan,” jelas GU alias Gustaf.
Ia pun sangat menyayangkan sikap dan perbuatan mahasisiwinya ini yang sudah merusak nama baiknya dan nama baik keluarganya.
“Sangat disayangkan yang dilakukan MM alias Mon ini. Dia melaporkan hal yang tidak terjadi. Dia pun mengingkari kesepakatan bersama di depan Kepolisian Polresta Manado dengan menyebarkan informasi yang tidak benar dan menyebarkan foto-foto saya ketika di Polresta Manado lewat whatsApp grup dengan kata-kata yang seakan-akan menyatakan benar Saya lakukan. Sangat disayangkan juga, Saya juga mendapat informasi dari mahasiswa yang dikatakan MM alias Mon sebagai Saksinya, Keluarga dan pacar MM alias Mon telah melakukan intimidasi ke mahasiswa tersebut karena sudah mengatakan kejadian yang sebenarnya,” beber GU alias Gustaf lagi.
GU alias Gustaf pun mengaku sudah berkonsultasi dengan beberapa praktisi hukum atas perbuatan MM alias Mon. Ia pun akan terlebih dahulu berkonsultasi dengan keluarga untuk langkah hukum yang akan diambil atas tudingan MM alias Mon yang tidak memiliki bukti dan dasar hukum yang kuat.
“Apa yang dilakukan MM alias Mon sudah merusak nama baik Saya dan nama baik keluarga Saya.
Sementara itu, Dekan Fisip Unsrat Novie Revlie Pioh ketika dikonfirmasi lewat nomor handphone dan whatsAppnya belum menjawab. Nomor handphone dan whatsAppnya +62 852-5673-5*** tidak aktif.
Diketahui, informasi ini pertama kali menyeruak lewat media sosial (medsos) instagram. Akun instagram @soalunsrat, pada Senin (17/10/2022), membeberkan telah terjadi pelecehan seksual yang diduga dilakukan oknum dosen pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Sam Ratulangi Manado (Unsrat) berinisial GU terhadap mahasiswinya, pada hari Jumat (14/10/2022) di kampus Fisipol Unsrat.















