KETIK24Com, Manado – Ingin meraup untung lebih besar dilakoni Pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang lokasinya tak jauh dari Perumahan Griya Paniki Indah (GPI).
Pengawas di SPBU yang bernama Cliff mengaku pihaknya menjual Solar subsidi ke para mafia solar seharga Rp 7.200 per liter dari harga Rp 6.800 per liter.
“Disini supir-supir bayar solarnya harga Rp 7.200 per liter. Solar ngga tiap hari masuk, dalam 1 minggu hanya 2 kali, yaitu Senin dan Kamis” ujar Cliff belum lama ini.
Faktanya, SPBU ini tetap menjual Solar subsidi ke beberpa penimbun Solar Subsidi terbesar di Sulut.
15 hingga 25 unit armada dump truck selalu mendapat keistimewaan untuk menyedot solar dari SPBU yang disinyalir milik salah satu pembesar di Sulawesi Utara (Sulut) ini.
Antrian panjang puluhan armada dump truk, minibus bahkan bis pengangkut penumpang antar kota pun ikut mengantri untuk menyedot solar bersubsidi.
Nantinya, puluhan ribu ton Solar Bersubsidi yang berhasil disedot dari berbagai SPBU ini akan dijual kembali ke industri yang ada di Sulut dengan menggunakan harga Industri.
Puluhan supir dump truk yang bukan orangnya mafia solar ini, mengeluh dengan sikap diamnya Kepolisian RI di Sulut ini.
“Kami yang digunakan sebagai angkutan bahan dan barang sangat susah mendapatkan solar. Harus megantri berjam-jam. Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum Saya lihat hanya diam saja,” ujar Demsy mengeluhkan nasibnya.















