KETIK24Com, Manado – Setelah sempat tertunda akibat pandemi COVID-19, pekan Nusantara bertajuk ‘Mozaik Nusantara’ Sekolah Dian Harapan (SDH) Kota Manado akhirnya digelar.
Event yang dirancang oleh Guru-guru SDH yang digelar untuk anak sekolah mulai tingkatan TK, SD, SMP dan SMA/SMK di kota Manado dilaksanakan di Mega Mall, Kota Manado selama dua hari Jumat dan Sabtu (18-19/11/2022).
Kepala Sekolah SMP dan SMA SDH, Clerie Repi mengatakan kegiatan ini merupakan pembelajaran terintegrasi dan telah diinterdisiplinkan menjadi satu serta telah dibuat dalam rangkaian proyek dengan memperhatikan profil pelajar Pancasila yang mengangkat tema Bhineka Tunggal Ika.
Event yang dapat disaksikan langsung oleh Orangtua serta Keluarga para siswa-siswi ini, menampilkan opera, tari adat dan budaya beberapa Daerah yang ada di Indonesia serta beberapa kegiatan lomba yakni gambar dan kolase, kata Repi.
“Jadi, mungkin mama papa sering dengarnya ada mata pelajaran yang studi, ada PKN, ada sejarah, ada bahasa Indonesia, ada bahasa Inggris, ada matematika, yang diinter disiplinkan menjadi satu dan dibuat dalam rangkaian proyek dengan memperhatikan profil pelajar Pancasila yang mengangkat tema Bhineka Tunggal Ika,” jelas Repi.
Kerinduan kami tentang bagaimana anak-anak menghargai berbagai kebudayaan, keberagaman yang ada di bangsa Indonesia, dan menghargai perjuangan pahlawan, tambahnya.
Lanjut dikatakannya, ada dua hal makna yang perlu ditekankan dalam event ini, yang pertama adalah kerinduan anak-anak kita untuk terus mengejar kebenaran Ilahi dan memahami dirinya, untuk memahami orang lain dan memahami dunia ciptaan Allah, karena mereka dipimpin oleh hikmat dengan menggunakan wawasan Kristen alkitabiah.
“Kedua adalah anak-anak yang responsif terhadap panggilan dari Allah, dengan mengembangkan minat bakat dan potensi mereka sehingga kehidupan mereka dapat berdampak di dalam dunia,” jelas Repi.
Dia juga mengungkapkan rasa terima kasih seluruh yang terlibat hinga suksesnya event besar ini. Dia mengajak seluruh yang ada di SDH Manado untuk tetap bergandengan tangan menatap masa depan mendorong anak-anak kita menjadi generasi masa depan yang akan memegang tongkat estafet.
“Untuk mengembangkan memajukan Indonesia dan mengelola ciptaan yang Tuhan percayakan biarlah segala pujian hormat serta kemuliaan hanya bagi Allah Tritunggal Tuhan memberkati,” ujar Repi.
Sementara itu, Feybe Kumendong, salah satu Orangtua siswa SDH Manado, mengatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi seluruh tenaga pendidik yang ada di sekolah itu. Dia juga mengapresiasi event “Mozaik Nusantara”, karena lewat kegiatan pembelajaran seperti itulah anak merka lebih mengenal dan mencintai adat dan budaya di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.

“Sebagai orangtua merasa senang sekali, karena sudah melatih anak kami untuk lebih berani untuk tampil. Lebih mengenal dan mencintai adat daan budaya di Indonesia, dan lebih membangun karakter anak kami,” ujar Orangtua dari Quinn Yisraelle Popal ini.
Senada, Roberto Pardede, merasa sangat merasa bangga terhadap buah hati mereka yang semakin menunjukan kreatifitas diluar ekspektasi.
“Saya melihat acara ini sangat-sangat bagus sekali, dan ini membuat kita sebagai orangtua bangga kepada anak kami yang menonjolkan kreatifitas diluar ekspetasi kita sebagai orangtua, selama ini mereka dididik di dalam sekolah begitu ditampilkan, kita lihatnya begitu luar biasa,” kata Orangtua terkasih dari Valeri Pardede ini.















