Dugaan Malpraktek di RS. Sentra Medika Minut, Ini Penjelasan Manajemen

banner 120x600
banner 468x60

Pernyataan diatas sangat berbeda ketika dr. Ivan dikonfirmasi lewat nomor whatsAppnya, Kamis (29/3/2023)

“Mohon maaf sebelumnya Pak Simon saya baru selesai meeting, menjawab pertanyaan bapak bahwa menjawab yg dpt menentukan dan memutuskan kapan pelepasan selang bisa dilaksanakan adalah kewenangan DPJP (Dokter Penanggung jawab pelayanan) dgn mempertimbangkan hasil kontrol rutin Pasien yg harusnya dilakukan Pasien namun pada kenyataanya tdk dilakukan Pasien,” jelas dr. Ivan lewat pesan whatsApp saat ditanyakan siapakah pihak yang menentukan dan yang memutuskan dan menyampaikan ke pasien bahwa DJ Stenk harus dicabut dalam waktu tertentu? Misalnya 1 bulan, 2 bulan dan 1 tahun?,” Kamis (30/3/2023).

“Pada waktu itu kita semua tidak berada ditempat, jadi kita ngga tau bagaimana yang sebenarnya,” tambah dr. Ivan lagi.

Menurut dr. Ivan, sejak 10 Oktober 2022, dr Rama tidak lagi menjadi bagian dari RS. Sentra Medika Minut, alias sudah resign dan pindah ke Jawa.

Keterangan dr. Ivan ini berbanding terbalik dengan penjelasan pasien. Menurut pasien Ressa F. Nusi, setelah tindakan operasi pertama di bulan Mei 2022, dokter hanya mengingatkan untuk datang ulang 3 hari setelah operasi untuk mengambil obat. Ia pun datang kembali menemui dokter dan hanya diberikan obat.

“Tidak ada kontrol. Saya hanya disuruh datang ambil obat. Setelah itu tidak ada diberikan jadwal kontrol dan tidak ada informasi dari dokter untuk jadwal pencabutan slang DJ Stenk,” jelas Ressa, Jumat (31/3/2023).

Peristiwa dugaan Malpraktek terkuak ketika salah seorang warga Minut, Ressa F. Nusi, memgungkapkan lnya ke sejumlah wartawan.

“Awalnya Saya mendapat pelayanan medis di RS. Sentra Medika pada bulan Mei tahun 2022 lalu. Hasil diagnosa dokter, ada batu di saluran air seni. Kemudian Saya mendapat penanganan bedah dari dokter RS. Sentra Medika Minut, yaitu dr. Rama Firmanto, Sp.U. Pasca operasi, semuanya baik-baik saja dan dr. Rama Firmanto, Sp.U tidak mengatakan apa pun, hanya tetap melakukan rawat jalan hingga beberapa bulan,” cerita Ressa yang biasa disapa Olan ini, Selasa (28/3/2023) sore.

Namun, di penghujung tahun 2022, Ia mulai merasakan perih dan menusuk dibagian perut sebelah kanan. Perih dan rasa ditusuk benda tajam di bagian perut kanan kemudian diikuti kencing yang disertai darah saat buang air seni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!