KETIK24Com, Manado – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani turun langsung ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi (FISIP Unsrat) untuk mensosialisasikan Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), Kamis (4/5/2023).
“Saya ini bukan bertamu Saya pulang kampung. Ini kampus Saya. Saya masuk di kampus tercinta ini tahun 1989. Karena kesibukan dengan aksi demo, kuliah Saya tidak terselesaikan disini. Kampus inilah yang membangun karakter Saya hingga bisa mencapai posisi sekarang,” ujar Bang Benny biasa disapa, mengawali sambutannya saat memberikan sosialisasi Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fispol), Kamis (4/5/2023).
Terkait Pekerja Migran Indonesia (PMI), Benny mengungkapkan, selang tiga tahun terakhir PMI mendapat perlakuan spesial atau istimewa dari Pemerintah.
Sejak dipimpin Benny, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menghadirkan sejumlah terobosan.
Diantaranya menyiapkan lounge di 8 bandara internasional di Indonesia, serta menyiapkan fasttrack VVIP untuk keberangkatan PMI.
Selain itu, keberangkatan PMI dilepas oleh orang penting dalam pemerintah, baik anggota DPR, PMI, bahkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Benny Rhamdani, hal ini menandakan bahwa pemerintah hadir di tengah Pekerja Migran Indonesia.
Sebab tidak ada negara di dunia yang menyiapkan fasilitas seperti itu bagi PMI, bahkan dilepas orang-orang penting dalam pemerintahan.
Perlakuan spesial ini menurut Benny Rhamdani memang selayaknya diberikan karena PMI merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar.
“Sumbangan devisa setiap tahun Rp159,6 triliun, itu sumbangan devisa terbesar kedua setelah migas, melewati sektor pariwisata,” ungkapnya.
Uang sebesar itu, kata dia, jika dikirim ke keluarga maka akan sangat menunjang pada perputaran ekonomi.
Itu sebabnya, dirinya tidak henti-hentinya menekankan untuk mengikuti jalur resmi saat bekerja ke luar negeri agar mendapat perlindungan.
“Mereka yang berangkat wajib ikut pendidikan. Sebab negara memperhatikan para pekerja migrannya dan ini dilegitimasi lewat kehadiran para pemimpin negara kala melepas PMI,” katanya.
Adapun kegiatan sosialisasi dibuka oleh Dekan Fispol Dr Drs Novie Pioh MSi yang menyambut baik kehadiran Ketua BP2MI, Benny Rhamdani, beserta rombongannya.
“Kehadiran ini suatu kehormatan, sebab tidak semua fakultas melakukan kegiatan ini. Tentunya ini akan berdampak pada mahasiswa. Apalagi soal pekerja migran itu seperti apa, supaya tidak salah melangkah,” pungkasnya.
Pada kesempatan ini, Benny Rhamdani juga menyerahkan bantuan uang tunai untuk kerjasama sosialisasi Penempatan dan Pelindungan PMI sebesar Rp 50 juta untuk FISIP Unsrat Manado.















