KETIK24Com, Manado – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani turun langsung mensosialisasikan Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Majelis Taklim Annisa Nurul Jannah, di Ballroom Swissbell Hotel, Sabtu (6/5/2023).
Sosialisasi dirangkai dengan halal bihalal bersama 50 an jemaah Majelis Taklim Annisa Nurul Jannah.
“Terimakasih atas sambutan dan kesempatan dalam pertemuan yang penuh dengan kebaikan ini. Pada kesempatan ini, Saya ingin menyampaikan tentang penyumbang devisa terbesar kedua setelah sektor Migas di Indonesia, yaitu Pekerja Migran Indonesia (PMI),” ujar Bang Benny biasa disapa, mengawali sambutannya saat memberikan sosialisasi Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Ballroom Swissbell Hotel Manado, Sabtu (6/5/2023).
Benny mengungkapkan, sejak Ia memimpin BP2MI, PMI mendapat perlakuan spesial atau istimewa dari Pemerintah.
Benny melakukan sejumlah sejumlah terobosan hingga PMI menjadi salah safu aset negara yang layak dikindungi.
Benny pun menyediakan lounge di 8 bandara internasional di Indonesia, serta menyiapkan fasttrack VVIP untuk keberangkatan PMI.
Selain itu, keberangkatan PMI dilepas oleh orang penting dalam pemerintah, baik anggota DPR, PMI, bahkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Aktivis Reformasi menghadirkan pemerintah di tengah Pekerja Migran Indonesia.
Benny memastikan tidak ada negara di dunia yang menyiapkan fasilitas seperti itu bagi PMI, bahkan dilepas orang-orang penting dalam pemerintahan.
Perlakuan spesial ini menurut Benny Rhamdani memang selayaknya diberikan karena PMI merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar setelah sektor Migas.
“Sumbangan devisa setiap tahun Rp159,6 triliun, itu sumbangan devisa terbesar kedua setelah migas, melewati sektor pariwisata,” ungkapnya.
Uang sebesar itu, kata dia, jika dikirim ke keluarga maka akan sangat menunjang pada perputaran ekonomi.
Itu sebabnya, dirinya tidak henti-hentinya menekankan untuk mengikuti jalur resmi saat bekerja ke luar negeri agar mendapat perlindungan.
“Mereka yang berangkat wajib ikut pendidikan. Sebab negara memperhatikan para pekerja migrannya dan ini dilegitimasi lewat kehadiran para pemimpin negara kala melepas PMI,” katanya.
Pada kesempatan ini, Benny Rhamdani secara khusus meminta Majelis Taklim Annisa Nurul Jannah untuk membantu BP2MI untuk mensosialisasikan tata cara penerimaan dan penempatan PMI yang bermartabat di Sulut.
Sementara itu Ketua Majelis Taklim Annisa Nurul Jannah Ibu Ir. Darni Mozin berterimakasih karena BP2MI mempercayakan Majelis Taklim Annisa Nurul Jannah untuk membantu mensosialisasikan tata cara Penempatan dan Pelindungan PMI yang bermartabat.
“Insyaallah kami akan berupaya bekerjasama untuk memberikan informasi yang benar terkait Penempatan dan Pelindungan PMI saat ini,” pungkas Ibu Ir. Darni Mozin.















