KETIK24Com, MINUT – Sikap arogansi anak Perusahaan pengelola tambang emas murni PT Archi Indonesia Tbk, yakni PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) di wilayah pertambangan rakyat (WPR), Tatelu, Minahasa Utara (Minut) pada Rabu (08/6/2023) siang mendapat kecaman dari anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang juga Ketua Koperasi Batu Emas, Henry Walukow.
Walukow juga menyesalkan dugaan tindak pidana percobaan pembunuhan terhadap sekisar 20 orang warga pekerja tambang yang tengah berada dikedalaman 40 meter lobang tambang tersebut yang nyaris mengubur hidup-hidup puluhan pekerja tambang emas yang dilakukan beberapa satuan pengamanan yang dipimpin oknum Supervisor Keamanan bernama Lucky.
“Selaku Ketua Koperasi Batu Emas mengecam tindakan penutupan secara paksa lubang-lubang dilokasi perusahaan yang akhirnya membuat keresahan dan kegaduhan apalagi dengan cara yang terkesan arogan dan otoriter,” tulis Walukow melalui pesan whatsApp, Selasa (13/6/2023).
Walukow menilai ada kesan sengaja ingin membenturkan aparat kepolisian dengan masyarakat penambang.
“Keliatan sengaja membenturkan aparat dengan para penambang,” tegasnya.
PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) sendiri mengaku telah memegang Akta Jual Beli (AJB). Namun menurut Walukow, seharusnya pihak perusahaan lebih humanis melakukan pendekatan ke masyarakat.
“Miris. Karena pendekatan yang dilakukan seperti itu. Seharusnya pihak perusahaan lebih humanis dalam melakukan aproach, duduk bersama, musyawarah mencari solusi-solusi kemasyarakatan, bukan seperti itu. Kami tau tanah tersebut sudah dibeli perusahaan, tapi sebelumnya juga memang masyarakat sudah diberi ijn oleh pemilik sebelumnya untuk menambang ditanah tersebut,” jelas Walukow.
“Harus diingat bahwa lokasi tersebut juga berada dilingkar tambang rakyat dan perkebunan masyarakat sehingga perusahaan harusnya mampu menjalin hubungan kemasyarakatan dan progres-progres pro rakyat,” pungkasnya.
Diketahui, oknum Supervisor Keamanan anak perusahaan pengelola tambang emas murni PT Archi Indonesia Tbk, yakni PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) yang beroperasi di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) nyaris mengubur hidup-hidup puluhan pekerja tambang emas yang tengah berada dikedalaman 40 meter lobang tambang yang terletak di wilayah pertambangan rakyat (WPR), Tatelu, Minahasa Utara (Minut), Rabu (8/6/2023).
Sekisar 20 orang warga pekerja tambang nyaris menjadi korban tindak pidana percobaan pembunuhan yang dilakukan beberapa oknum karyawan anak perusahaan PT Archi Indonesia Tbk yang dipimpin seorang Supervisor Security bernama Lucky.
Lucky juga menyuruh anak buahnya mematikan satu-satunya alat suplai oksigen (blower) serta memerintahkan untuk menutup lobang tambang meski mereka mengetahui ada sekisar 20 orang penambang yang tengah menggali material pada kedalaman sekisar 40 meter.















