KETIK24Com, MANADO – Informasi dugaan gratifikasi berkedok discount harga hingga 20 persen dari pagu anggaran pengadaan alat kesehatan Computed Tomography Scan (CT Scan) merek Siemens di RSUD Anugerah Pratama Tomohon beredar.
Discount harga hingga 20 persen diberikan pihak PT. Siemens Healthineers Indonesia untuk pembelian CT Scan.
Sangat disayangkan terendusnya dugaan rekayasa dan gratifikasi pada proyek pekerjaan pengadaan yang katanya dikawal Kejaksaan Negeri Tomohon.
Informasi terkini yang berhasil dirangkum Ketik24, Pemkot Tomohon mengklik nilai e-katalog di Siemens dengan nilai Rp 7,8 miliar.
Berapakah nilai discount 20 persen dari Rp 7,8 miliar?
Aktivis anti korupsi Harol Tucunang menyebut angka fantastis yang diperoleh dari discount 20 persen tersebut.
“Ada sekisar Rp 1,4 miliar uang yang diperoleh dari discount 20 persen tersebut. Nah, ke kantong siapakah uang Rp 1,4 miliar ini mengalir?,” tanya Tucunang.
Ada Wali Kota Tomohon dan kerabatnya serta Kadinskes pada pusaran pengadaan alat yang sebelumnya pagu anggarannya sekisar Rp 8,2 miliar ini, tambah Tucunang.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Tomohon dr Jhon Lumopa pun kembali bungkam ketika dikonfirmasi kembali melalui nomor whatsAppnya 081340737*** Rabu (19/7/2023).
Kebungkaman Kadinkes Tomohon yang juga sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada pengadaan ini pun semakin menimbulkan tanda tanya besar terkait discount harga hingga 20 persen tersebut.
Sebelumnya, menanggapi berita tsb, Lunopa sampaikan bbrp hal sbb.
1. Tidak pernah ada adendum utk pekerjaan dimaksud sebagaimana yg disangkakan.
2. Pengadaan lewat E-Catalog shg tdk ada yg dpt mengutak-atik spesifikasi barang dari penyedia.
3. Spec tdk pernah diubah dan dalam berita acara tdk menyebutkan merk yg harus dibeli. Tdk pernah ada perubahan harga.
4. Pengusaha yg dimaksud dlm gambar tdk pernah ada kontrak pekerjaan dgn Dinkes Tomohon.
5. CT.Scan bukan syarat dlm penerapan BLUD.
6. Info penting dan perlu diketahui bahwa proyek2 pekerjaan di Dinkes Tomohon ada dalam PENDAMPINGAN Kejaksaaan Negeri Tomohon untuk memastikan bahwa pekerjaan dilaksanakan sesuai ketentuan yg berlaku.
Sebelumnya, terendus peran kerabat dekat Wali Kota Tomohon Caroll Senduk berinisial BS pada proses pengadaan tersebut.
Dari informasi yang berhasil dirangkum Ketik24, kerabat dekat Wali Kota Tomohon berinisial BS yang di kota Tomohon dijuluki ‘Pangeran Kedua’ ini memiliki wewenang super power untuk menentukan pemenang pada sejumlah lelang proyek pekerjaan di Pemkot Tomohon.
Kisruh pengadaan CT Scan ini bermula dari merebaknya dugaan manipulasi dan rekayasa dalam proses pengadaan alat kesehatan di RSUD Anugerah Pratama Tomohon.















