KETIK24Com, MANADO – Pernyataan Wali Kota Manado Andrei Angouw (AA) dalam video berdurasi 1 menit 23 detik yang bercerita tentang angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kota Manado dengan Kabupaten/Kota lainnya di Sulawesi Utara (Sulut) yang diposting akun resmi Andrei Angouw, dinilai telah mendiskreditkan dan menghina masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud.
“Nda usah jao-jao yang ibu/bapa ja lia dijalan-jalan badut-badut itu bukan orang Manado itu orang yang datang dari luar kota Manado. Dorang datang kesini karena menjanjikan. Dorang nyanda babadut di Talaud, nyanda mo dapa doi dorang”, ujar Wali Kota Manado Andrei Angouw dalam video berlogo Pemkot Manado dan diberi keterangan Pengucapan Syukur Minggu (10/9/2023).
Pernyataan Andrei Angouw ini pun mendapat kecaman keras dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Talaud dan Aliansi Pemuda Porodisa Defit N Bee, S.Si, sebab telah melukai dan menyakiti hati masyarakat Talaud.
“Sangat disayangkan sikab tak patut yang diucapakan Walikota Manado andre angouw yang menyebutkan seolah-olah orang talaud sangat rendah, dan miskin”, tulis Devit Bee di akun facebooknya, Rabu (13/9/2023).
Defit menuliskan, tingginya angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kota Manado tak perlu diherankan, sebab pusat perputaran perekonomian ada di ibukota provinsi. Penduduk kota Manado pun rata-rata urban dari daerah-daerah sekitar, termasuk kabupaten Talaud, tulis Defit lagi.
Dengan kalimat satire, Defit mengakui bahwa tidak sedikitpun pendapatan kota Manado yang dihasilkan oleh warga Talaud, baik lewat tenaga kerja Talaud ataupun lewat aktifitas jual beli barang/jasa oleh warga Talaud.
“Pak walikota manado, anda bukan orang talaud tidak tau betul soal kondisi ekonomi rakyat talaud jangan dengan sembrono menyebut-nyebut dan menhina kami,” tegas Defit.
Bahkan mewakili masyarakat Talaud secara tegas Defit meminta Wali Kota Manado Andrei Angouw mencabut kata-katanya.
“Barisan Pemuda Nusantara (BAPERA TALAUD) dan Aliansi Pemuda Porodisa, Mengecam Keras sikab Diskriminasi yang dilakukan oleh walikota manado. Meminta walikota manado adrew angow mencabut kata-kata yang bagi kami menghina suku dan masyarakat talaud dan meminta walikota manado meminta maaf secara terbuka kepada warga masyarakat kabupaten talaud,” seru Defit.
Hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh pernyataan resmi maupun permohonan maaf resmi dari Wali Kota Manado Andrei Angouw.
Berikut pernyataan lengkap Defit Bee :
Beredarnya video pernyataan walikota manado soal peningkatan pendapatan per kapita kota manado.
Sangat disayangkan sikab tak patut yang diucapakan Walikota Manado andre angouw yang menyebutkan seolah-olah orang talaud sangat rendah, dan miskin.
Manado tidak ada yang perlu diherankan dari pendapatan kota, karena pusat perputaran perekonomian ada di ibukota provinsi. Penduduk kota manado rata-rata urban dari daerah-daerah sekitar, termasuk kabupaten talaud.
Tidak sedikitpun pendapatan kota manado yang dihasilkan oleh warga talaud baik itu lewat tenaga kerja talaud ataupun lewat aktifitas jual beli barang/jasa oleh warga talaud. Memuji diri atas prestasi dan pendapatan perkapita manado tidak salah, bahkan warga talaud tinggal dimanadopun mengapresiasi itu, tapi sangat disayangkan sikab diskriminasi terhadap daerah kami tak pantas diucapkan oleh pejabat publik.
Pak walikota manado, anda bukan orang talaud tidak tau betul soal kondisi ekonomi rakyat talaud jangan dengan sembrono menyebut-nyebut dan menhina kami.
Pernyataan anda “Nda usah jao-jao yang ibu/bapa ja lia dijalan-jalan badut-badut itu bukan orang manado itu orang yang datang dari luar kota manado. Dorang datang kesini karena menjanjikan. Dorang nyanda babadut ditalaud, nyanda mo dapa doi dorang disana”.
Sangat menyayat hati kami putra Porodisa, seakan-akan orang talaud sangat miskin bahkan pekerjaan badut sekalipun tidak laku ditalaud.
Rendahnya pendapatan per kapita talaud karena keserahkahan dan kerakusan orang dari luar talaud.
Jangan tendensi anda terhadap pemerintahan talaud kemudian melukai hati kami warga talaud.
Barisan Pemuda Nusantara (BAPERA TALAUD) dan Aliansi Pemuda Porodisa, Mengecam Keras sikab Diskriminasi yang dilakukan oleh walikota manado.
Meminta walikota manado adrew angow mencabut kata-kata yang bagi kami menghina suku dan masyarakat talaud dan meminta walikota manado meminta maaf secara terbuka kepada warga masyarakat kabupaten talaud.
Sansiote… Sampate-Pate✊🏽
Sansiote… Sampate-Pate ✊🏽
Sansiote… Sampate-Pate✊🏽
Ketua DPD BAPERA Talaud
Defit N Bee















