KETIK24.Com, SANGIHE – Pembangunan Border Crossing Station (BCS) dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Pulau Marore Kabupaten Kepulauan Sangihe diapstikan akan segera terealisasi.
Hal ini dibuktikan dengan kehadiran dua pejabat Kemenko Polhukam RI, di Sangihe, yakni, Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara, Laksamana Muda TNI Kisdiyanto, dan Asisten Deputi (ASDEP) Koordinasi Wilayah Perbatasan dan Tata Ruang Pertahanan, Brigjen TNI Sutikno Suleman, yang langsung menggelar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Pemantauan Lapangan Kesiapan Penanganan Border Crossing di Pulau Marore yang dilaksanakan di Ruang Serbaguna Rumah Jabatan Bupati, Senin (25/9/2023).
Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara Kemenko Polhukam RI, Laksamana Muda TNI Kidiyanto, memaparkan, bahwa anggaran pembangunan BCS di Pulau Marore senilai 5 miliar Rupiah sudah disetujui, dan pelaksanaan pekerjaannya akan segera dimulai paling lambat awal bulan Oktober 2023.
Sedangkan untuk pembangunan PLBN Satu Atap, sebagaimana dijelaskan ASDEP, Brigjen TNI Sutikno Suleman, akan dibangun setelah BCS selesai dikerjakan. Jendral Sutikno menjelaskan, untuk anggaran pembangunan PLBN akan lebih besar dari anggaran BCS, karena selain akan ada pembangunan pelabuhan didalamnya juga akan ada berbagai bidang administrasi dari Imigrasi , Bea cukai, Karantina serta unsur Keamanan yang tentunya akan melibatkan beberapa kementerian.
Penjabat (Pj) Bupati Sangihe, Rinny Tamuntuan, menyambut baik serta menyampaikan terimakasih kepada Tim Kemenko Polhukam yang sudah datang ke Sangihe untuk menindaklanjuti permohonan pemerintah daerah agar di Pulau Marore yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Filipina dapat dibangun BCS dan PLBN.

“Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat bagi Kabupaten Kepulauan Sangihe yang merupakan daerah terluar dan berbatasan dengan negara tetangga Filipina. Sebagai pemerintah dan seluruh masyarakat Sangihe, saya menyampaikan apresiasi serta terimakasih Tim Kemenko Polhukam RI yang sudah datang dan membawa kabar gembira bagi seluruh masyarakat Sangihe,” ujar Tamuntuan.
Agenda selanjutnya, Selasa (26/9/2023), Tim Kemenko Polhukam, bersama Pemerintah Provinsi yang diwakili Asisten I dan Kepala Badan Perbatasan, Pj Bupati Sangihe serta unsur Forkopimda Sangihe, akan berangkat ke Pulau Marore, dengan Kapal Perang KRI Yos Sudarso 353, untuk melakukan peninjauan lapangan dan mengecek langsung lokasi yang nantinya akan dibangun BCS.















