Andai Proyek Ini Terealisasi, Sangihe Tak Akan Alami Krisis Listrik

Sangihe
Pj Bupati Rinny Tamuntuan Bersama Tim Audensi, Saat Memaparkan Krisis Listrik di Hadapan Pejabat Teknis PLN Pusat, Senin (02/10/2023)
banner 120x600
banner 468x60

KETIK24.Com, SANGIHE – Seandainya Project Pembangunan Listrik Berbasis Energi Terbarukan berhasil dibangun di daerah ini, maka Sangihe tidak akan mengalami krisis listrik seperti saat ini.

Sayangnya, proyek yang digagas Bupati Sangihe Jabes Ezar Gaghana kala itu hanya menjadi sebuah kenangan dalam sebuah ceritera drama tanpa judul.

Padahal, pemerintah kala itu, telah menetapkan Kecamatan Tamako sebagai areal Projec pembangunan Listrik Berbasis Energi Terbarukan, dengan tiga titik koordinatnya, yaitu di Lumahedo Kampung Nagha II yang rencananya untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), Kampung Upel untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Kampung Balane untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sekaligus sebagai pusat transmisi.

Harapan pemerintah kala itu, tahun 2021, Sangihe sudah memiliki aliran listrik berenergi terbarukan. Namun sayang hingga akhir kepemimpinan Jabes Gaghana, Projec yang menjadi harapan besar warga Sangihe itu tak kunjung terealisasi.

Namun di tengah kondisi krisis listrik akibat pemadaman yang terjadi setia saat, Pemerintah Daerah dibawah Kepemimpinan Rinny Tamuntuan sebagai Pj Bupati, telah melakukan upaya nyata dengan mendatangi kantor PLN Pusat pada Senin (02/10/2023).

Tamuntuan yang turut didampingi Ketua DPRD Sulut, Fransiscus Andy Silangen serja sejumlah anggota Dewan dari Fraksi PDIP itu, berhasil memperoleh keputusan yang menggembirakan, dimana sejumlah pejabat teknis PLN pusat, telah memberi jaminan bahwa dalam dua pekan kedepan aliran listrik di Sangihe akan kembali normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!