KETIK24Com, MANADO – Aksi brutal sekelompok oknum prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) dari kesatuan Polisi Militer (POM) yang menganiaya seorang Kapten Kapal KM Gregorius, Alprens Ade Harimisa, mendapat kecaman dari sejumlah organisasi masyarakat adat (Ormas Adat) Sangihe-Talaud (SaTal).
Salah seorang tokoh Pemuda Talaud, yang memimpin Laskar Kabasaran, Michael Lantu atau biasa disapa Panglima Pato, kepada Ketik24, mengatakan sangat menyesalkan aksi tindakan brutal dan tidak berprikemanusiaan yang dilakukan sejumlah oknum prajurit POM TNI AL ini.

“Kami warga Sangihe-Talaud yang terdiri dari gabungan ormas adat mengecam tindakan brutal sejumlah oknum prajurit POM TNI AL kepada Saudara kami Alprens Ade Harimisa. Apa yang sudah mereka lakukan adalah tindakan kriminal. Dan sangat melukai hati kami warga Sangihe-Talaud. Kami mengutuk perbuatan arogan dan barbar kepada warga sipil seperti itu. Ini bukan masa perang,” ujar Panglima Pato melalui sambungan seluler.
Panglima Laskar Kabasaran ini dengan tegas meminta intitusi TNI AL meminta maaf secara terbuka kepada keluarga dan juga ke seluruh masyarakat Sangihe-Talaud.

“Kami juga meminta agar Panglima TNI memproses pelaku secara hukum yang berlaku hingga pemecatan. Termasuk juga atasan yang bersangkutan. Sebab kejadian tersebut membuktikan ketidakmampuan atasannya mengontrol dan mengkoordinir anak buahnya. Apa yang mereka perbuat telah mencoreng kewibawaan TNI. TNI itu manunggal bersama rakyat,” tegas Panglima Pato.
Pato pun mengungkapkan akan menggelar aksi damai untuk meminta pertanggungjawaban intistusi TNI AL.
“Kami akan gelar aksi damai pada Senin (9/10/2023) nanti di markas Lantamal VIII Manado untuk meminta pertanggungjawaban TNI AL dan meminta secara tegas agar Panglima TNI dan Komandan Lantamal VIII Manado memproses hukum oknum prajurit tersebut. Jangan ada yang disembunyikan. Harus terbuka,” pungkas Panglima Pato.
Danlantamal VIII Laksamana TNI Nouldy J. Tangka, S.A.P, dalam jumpa pers Jumat (6/10/2023) menyampaikan permintaan maaf secara tulus kepada korban dan keluarga korban. Ini adalah langkah awal yang diambil untuk mengatasi dampak dari insiden tersebut.
Danlantamal juga menyatakan kesiapannya untuk mengobati para korban hingga pulih sepenuhnya, dengan dukungan dari Diskes Lantamal VIII. Tindakan ini mencerminkan komitmen untuk bertanggung jawab terhadap kesejahteraan korban.
Danlantamal VIII juga menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti personil satgas Gakkumla yang terlibat dalam pemukulan terhadap Alprens Harimisa, nahkoda KM Gregorius.
Hal ini sebagai bagian dari upaya untuk menjaga disiplin dan penegakan hukum di dalam organisasi TNI.















