KETIK24Com, MINSEL– Ramadhan dan Idul Fitri 1445 Hijriah tahun 2024 di desa Sapa Raya, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), terbilang fantastis.
Desa mereka dibalut kilauan lampu hias warna warni yang dipasang di sepanjang jalan desa.
Menurut penuturan Warga, hiasan lampu jalan ini, sudah menjadi tradisi turun temurun di desa tersebut.

Namun tahun ini, hiasan lampu jalan terbilang sangat meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Imam Masjid Al-Muhajirin Sapa Raya, Suyut Kamaru, mengatakan, antusias masyarakat membuat hiasan lampu jalan pada tahun ini terbilang sangat mewah.
“Hiasan lampu jalan di Desa Sapa Raya, memang tiap tahunnya sudah ada. Namun tahun ini, lebih mewah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” terang Imam.

Tradisi pemasangan lampu hias ini, dilakukan oleh jamaah pada tiga hari sebelum Lebaran Idul Fitri.
“Kalau dulu, tiga hari sebelum lebaran atau malam Nuzulul Quran, kami umat muslim memperingati hari itu dengan menyalakan lampu minyak tanah. Itu tradisi dari suku Gorontalo yang melekat sampai di Desa Sapa. Namun seiring berjalannya waktu, maka jamaah pun menambahkan dengan hiasan lampu listrik agar terlihat lebih meriah lagi,” jelasnya.

Ia menjelaskan, dipasangnya lampu-lampu hias ini, untuk memberi kesan meriah dan sekaligus sebagai wujud kebahagiaan atau suka cita karna diberi kesempatan bertemu dengan Ramadhan dan Idul Fitri.
Menariknya, sumber anggaran dari lampu hias ini, murni atas inisiatif jamaah.

“Jamaah di Desa Sapa Raya sangat antusias jika dalam hal-hal seperti ini. Mereka tidak ragu-ragu untuk mengeluarkan dana dari kantong pribadi mereka hanya untuk memeriahkan desa. Memang ada panitia, tapi untuk anggaran lampu hias ini, murni dananya dari jamaah dan ditambah dengan anggaran yang dikumpulkan oleh remaja dan pemuda di desa,” pungkas Imam.
Lampu hias pun di pasang disetiap jalan atau gang yang ada di desa. Dengan variasi warna lampu yang variatif.















