Rival Labbaika : Pakar TI Unsrat Sebut Akurasi Sirekap Sebagai Real Count Salah Kaprah

Rival Achmad Labbaika
Rival Achmad Labbaika S.H, Pengembang Aplikasi, Pelaku Media, Industri Teknologi dan Data Center Indonesia
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, Ketik24.Com – Saling klaim kemenangan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Manado terjadi antara pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota nomor urut 1 Andrei Angouw-Richard Sualang (AARS) dengan nomor urut 3 Jimmy Rimba Rogi-Kristo Ivan Lumentut (BERIMAN).

Namun, yang sangat disayangkan, akademisi yang mengklaim diri sebagai pakar Teknologi Informasi (TI) turut melebur dalam wacana saling klaim kemenangan.

Salah satunya, pernyataan salah satu pakar TI Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado yang menyebut akurasi data suara hasil pemilihan yang diupload ke Sirekap milik KPU merupakan Real Count.

Pernyataan pakar TI Unsrat Manado ini mendapat tanggapan dari pakar Industri Teknologi dan Data Center Indonesia Rival Achmad Labbaika, S.H.

“Pernyataan seorang pakar TI di Sulut yang menyebut bahwa akurasi data Sirekap merupakan real count adalah salah kaprah. Real count yang sah menurut hukum hanya bisa dilakukan oleh KPU setelah semua data diverifikasi dan dihitung secara formal,” ujar Rival Achmad Labbaika, Sabtu (30/11/2024).

Lebih lanjut, Rival mengatakan, meskipun Sirekap telah melalui perbaikan dengan sistem yang terbarukan sekalipun, baik human error dan error secara sistem, masih sangat dimungkinkan terjadi.

“Berdasarkan pernyataan dari KPU RI, Sirekap bertujuan untuk mempercepat penghitungan dan memberikan hasil yang transparan kepada publik, tetapi hasil yang diterima di masyarakat masih bersifat sementara. Sistem Sirekap tetap memerlukan verifikasi manual dan penghitungan ulang oleh KPU,” jelas Rival yang dikenal juga sebagai Pengembang Aplikasi dan Pelaku Media ini.

Jadi dari pernyataan KPU RI ini, lanjut Rival, bisa disimpulkan bahwa hasil Sirekap sangat bergantung pada proses verifikasi lanjutan sebelum bisa dijadikan dasar keputusan resmi.

Karena tak ada sistem teknologi yang benar-benar sempurna dalam proses pengembangan pun dalam proses penggunaan oleh user yang baru, tambahnya.

“Jadi jika ada seorang pakar IT yang menyatakan bahwa Akurasi Sirekap sebagai real count, itu salah kaprah,” tegasnya lagi.

Rival pun memberikan penjelasan dan beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan terkait aplikasi Sirekap milik KPU ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!