Meskipun aplikasi Sirekap versi terbaru telah dirancang dengan berbagai pembaruan teknologi seperti fitur pendeteksi kesalahan aritmatika (arithmetic guard) dan penggunaan OCR, tetap saja ada kemungkinan terjadinya error dalam beberapa skenario. Berikut adalah potensi error yang dapat terjadi ;
- Kesalahan Teknologi OCR
OCR bergantung pada kualitas tulisan pada formulir. Tulisan tangan yang sulit dibaca atau foto formulir yang buram pun jika terdapat bercak tinta yang tertumpuk pada formulir, tentu saja hal-hal tersebut dapat menyebabkan kesalahan dalam interpretasi data. - Human Error dalam Proses Input
Meski ada fitur validasi, petugas masih memiliki peran penting dalam proses input dan verifikasi data. Kesalahan manusia, seperti salah pengisian atau salah memilih foto formulir, tetap mungkin terjadi. - Gangguan Jaringan dan Server
Sirekap membutuhkan koneksi internet untuk mengunggah hasil. Di wilayah dengan akses internet terbatas, data mungkin gagal dikirim atau tertunda. Masalah pada server pusat juga bisa memengaruhi proses pengiriman data. - Keamanan Data
Ada potensi risiko serangan siber atau manipulasi data, terutama karena aplikasi ini digunakan untuk keperluan krusial seperti pilkada. - Masalah Validasi Otomatis
Meskipun ada fitur validasi otomatis, kesalahan yang kompleks mungkin tidak terdeteksi. Sebagai contoh, kesalahan yang terkait dengan formulir asli yang telah diisi secara salah sejak awal, bukankah ini sangat dimungkinkan.?
Adapun tujuan Sirekap yaitu ;
Sirekap dirancang untuk mempercepat proses rekapitulasi suara secara transparan dan memberi gambaran sementara mengenai hasil pemilu. Sistem ini bukan untuk menggantikan perhitungan resmi yang dilakukan oleh KPU, yang memerlukan verifikasi manual lebih lanjut untuk memastikan keabsahannya.
Oleh karena itu, meskipun hasil Sirekap sangat berguna untuk pantauan cepat, hasil resmi tetap harus berasal dari perhitungan formal secara manual yang dilakukan oleh KPU.
Real Count vs Quick Count
- Real Count adalah perhitungan suara yang dilakukan oleh KPU setelah semua data dari setiap TPS terverifikasi dan dihitung secara resmi.
- Quick Count adalah perhitungan sementara yang dilakukan oleh lembaga survei atau organisasi lain dengan mengambil sampel dari TPS tertentu untuk memberikan gambaran cepat hasil pemilu, tetapi ini juga bukan hasil yang sah secara hukum.
Hasil Sirekap hanya sebagai gambaran yang sangat cepat mengenai hasil sementara, hal itu masih berbeda dengan real count yang mengikat dan sah menurut hukum, dan sekali lagi hasil akhir akan di dapat setelah melalui proses hitung manual secara formal oleh KPU.
Tantangan Teknologi dan Kemungkinan Kesalahan
Rival mengatakan, teknologi seperti OCR dalam Sirekap masih bisa menghadapi tantangan, seperti:
• Kesalahan pembacaan data (misalnya, angka atau nama yang salah terdeteksi oleh sistem OCR).
• Masalah dalam pengunggahan data, seperti koneksi internet yang tidak stabil di lokasi tertentu.
• Kesalahan input manual oleh petugas atau petugas yang tidak familiar dengan sistem.















