BOGOR, KETIK24.Com – Pungutan iuran untuk makan siang gratis guru dan pegawai sekolah kepada para orang tua siswa SMA Negeri 2 Cileungsi, Kabupaten Bogor viral.
Viralnya pungutan liar (pungli) ini karena Wali murid, Orang tua yang tak terima melakukan protes dengan mendatangi sekolah.
“Di surat ini jelas terlihat, bukti-buktinya lengkap disini ada item pungutan makan siang gratis guru yang dibebankan kepada kami, orang tua siswa,” kata salah satu orang tua mirid Marlon Sirait, kepada wartawan, Minggu (12/1/2025).
Marlon mengaku prihatin atas kebijakan komite sekolah yang memaksa orang tua untuk keperluan makan siang gratis guru dan Pegawai di tengah program makan siang bergizi gratis siswa oleh pemerintah.
“Kami orang tua siswa yang tidak mampu ini sangat prihatin karena Ketua Komite itu terkesan memaksa kami membayar pungutan Rp 2.650.000 per orang tua siswa untuk makan siang gratis guru. Sementara Presiden Prabowo ingin memberikan makan siang gratis untuk anak-anak kami. Ini malah kami yang dibebani. Kami keberatan pungutan yang dilakukan komite dan pihak sekolah terkesan melakukan pembiaran. Kenapa kami harus membayar makan siang para guru, sementara kami tidak mampu,” bebernya.
Marlon mengatakan, iuran ini langsung ditentukan Komite Rp 3.000.000 pada saat itu. Namun setelah ada gelombang protes orang tua siswa, nominal diturunkan menjadi Rp 2.650.000 per orang tua siswa.
Komite juga mengancam orang tua siswa yang tidak mau membayar.
“Yang tidak mau membayar, komite mengancam kami dengan tidak akan memberikan kartu ujian. Beberapa kali Ketua Komite sekolah mengancam kami, karena Ketua Komite sebagai admin di group whatsApp,” pungkasnya.















