Dalih Pelecehan, Kasir Spa dan Oknum Caleg Gagal ABR Diduga Peras Rp 50 juta Oknum Kabid DPM-PTSP Minut

Pesan whatsApp oknum ABR alias Billy dengan MR
Pesan whatsApp oknum ABR alias Billy dengan MR
banner 120x600
banner 468x60

MINUT, KETIK24.Com – Peristiwa dugaan pelecehan terhadap kasir sebuah Spa di Minahasa Utara (Minut) yang menyeret oknum Kabid di DPM-PTSP Minut lelaki JR alias Jefri mengungkap fakta baru yang mengejutkan.

Dari beberapa bukti dalam bentuk pesan whatsApp yang berhasil diperoleh redaksi, terungkap ada upaya pemerasan yang dilancarkan Korban Pelapor yakni Kasir SPA perempuan MR alias Mimsi.

Namun, perempuan MR tersebut tidak bekerja sendiri, tapi dibantu temannya yakni lelaki ABR alias Billy yang belum lama ini diberitakan Ketik24.com mengaku-ngaku kerabat dekat Gubernur Sulawesi Utara terpilih Yulius Selvanus Komaling (YSK).

Pesan whatsApp oknum ABR alias Billy
Pesan whatsApp oknum ABR alias Billy

Oknum Kabid DPM-PTSP Minut JR kepada redaksi Ketik24.com Kamis (30/1/2025) malam menunjukkan bukti pemerasan berupa permintaan uang senilai Rp50 juta lewat pesan (chattingan) whatsApp.

Dari jumlah Rp 50juta, JR baru bisa memenuhi permintaan MR dan ABR sebesar Rp2,5 juta yang diberikan kepada lelaki ABR alias Billy.

Pesan whatsApp oknum ABR alias Billy
Pesan whatsApp oknum ABR alias Billy

Segera setelah itu muncul chatingan baru bernada menakut-nakuti JR dengan membawa nama institusi kepolisian yaitu Polres Minahasa Utara yang dilayangkan lelaki ABR alias Billy.

“Kabid.. So Keluar disposisi penyelidikan dan penyidikan dari Kasat Reskrim,” tulis ABR alias Billy, orang suruhan MR di WhatsApp. Lelaki itu mengingatkan JR agar tidak berada dalam rumah.

“Kabid jangan dulu dirumah kaluar dulu, jangan dorang somo beking penjemputan/penangkapan/penahanan.
Sekarang kaluar dulu dari rumah,” tulis ABR alias Billy yang teridentifikasi merupakan oknum mantan Calon Anggota Legislatif (Caleg) Dapil 4 Kota Manado pada Pilcaleg tahun 2023 lalu.

Karena pesannya tak direspon, tampak Lelaki ABR alias Billy secara bertubi-tubi mengirim pesan dengan huruf “P” yang ditutup dengan kalimat”Jangan dulu di rumah”.

Dalam percakapan dengan redaksi Ketik24.com di sebuah restoran di Minut (30/1/2025) malam, JR mengatakan dirinya sangat merasa diperas, di intimidasi dengan potongan video amatir dan cantolan status perkara dalam penyidikan dan penyelidikan.

“Mereka memaksa saya harus penuhi Rp50 juta. Saya bilang cuma mampu Rp25 juta. Dana saya sudah pernah kasih Rp2,5 juta. Katanya mau tanda tangan surat perdamaian dan laporan dicabut. Ternyata setelah terima uang Rp 2,5 juta dan menandatangani perdamaian, laporan tidak dicabut,” jelas JR.

JR melanjutkan, ihwal tudingan upaya pelecehan yang menyasar dirinya. Sejak awal JR sudah merasa ada upaya merebut usahanya dengan skenario upaya pelecehan. Hal itu dirasakannya ketika MR yang belum dua pekan bekerja sudah minta gaji Rp5 juta.

Puncaknya saat acara di lokasi Sutan Raja, MR tanpa sebab yang jelas meneriaki JR di sebuah ruangan Manager.

Di ruangan itu MR menghujat JR. Karena gerah dengan teriakan MR yang makin tidak sopan, JR berupaya meredam. Posisi dan tangan JR yang tampak dari belakang seolah-olah sedang merangkul MR itu didokumentasikan MR sendiri. Video amatir inilah yang kemudian dipakai untuk memeras JR dengan tuduhan pelecehan.

“Saya merasa tidak ada upaya pelecehan. Cuma saya terganggu dia terus berteriak sementara tamu yang datang adalah orang-orang yang saya undang. Dia merekam seolah-olah saya sedang melecehkan dirinya. Tapi kemudian dasar video itu dia meminta uang puluhan juta. Saya tidak mampu karena saat yang hampir bersamaan saya sakit dan dirawat di rumah sakit. Dia utus orang tapi orang itu menakuti saya,” beber JR.

Perasaan JR dalam kasus ini ada dua hal. Pertama Pemerasan menggunakan nama polisi dan video agar JR memenuhi Rp50 juta.

Kedua, ada skenario menyingkirkan JR sebagai vendor SPA di Sutan Raja Hotel yang menurut JR ada keterlibatan Manager Spa dan kasir yang notabene adalah pekerjanya.

“Itu sangat terasa,” terang JR alias Jefry.

JR mengatakan dirinya akan melaporkan peristiwa pemerasan tersebut pada Jumat (31/1/2025) esok di Polres Minut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!