MANADO, Ketik24.com – SPBU milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terletak di depan Megamall menjadi ladang minyak yang menguntungkan bagi mafia BBM subsidi jenis Pertalite.
Pelayanan operator SPBU ini hanya fokus ke mafia Pertalite subsidi.
Hampir setiap hari, mafia BBM subsidi jenis Pertalite yang menggunakan sepeda motor jenis Suzuki Thunder dengan tangki modifikasi berjubel di SPBU tersebut.
Orang-orang ini bolak-balik mengangkut BBM jenis Pertalite, minimal belasan kali. Hal yang memudahkan motor – motor Suzuki Thunder ini karena tidak ada batasan pengisian kendati sudah memiliki barcode statis yang disediakan oleh pihak SPBU.
Sekalipun barcode berbeda dengan nomor polisi ranmor roda empat dan roda dua yang akan mengisi solar atau Pertalite.
Jika barcode ranmor roda empat harus mendaftar terlebih dahulu dan dibatasi hanya 120 liter saja, pada sepeda motor ini dengan barcode yang sudah disiapkan oleh SPBU tanpa perlu mendaftar terlebih dahulu diberikan kuota 10 liter dan dapat diisi berulang ulang sampai puluhan kali.
Lantas bagaimana bisa mafia BBM subsidi Pertalite yang menggunakan Thunder makin berkonsentrasi ke SPBU depan Megamall yang notabene milik PT Pertamina?
Diduga, ada pembiaran dan persekongkolan antara pimpinan Cabang Pertamina Mando dengan SPBU miliknya sehingga dapat melayani para mafia BBM bersubsidi Pertalite dengan tidak menindak atau mendisiplinkan pelayanannya.
Aktivis transportasi kota Terry Umboh mengeritik pelayanan operasional SPBU milik Pertamina ini karena hanya mengutamakan mafia Pertalite padahal di satu sisi konsumen sudah sangat terganggu akibat antrian panjang bahkan tidak mendapat pelayanan.
Terry Umboh mengeritik kebijakan Pertamina yang tampak aktif memberikan sanksi tidak jelas ke beberapa SPBU namun memberikan kelonggaran kepada mafia BBM subsidi untuk bebas.
Sementara itu, terpantau dalam video rekaman kru media, beberapa pengendara sepeda motor jenis Thunder tampak melakukan pengisian berulang-ulang di SPBU Bolevard yang merupakan milik PT Pertamina.
Terry Umboh mendesak PT Pertamina dan Badan Metrologi melakukan uji tera di SPBU tersebut, untuk memastikan berapa kerugian Negara yang timbul dari praktek penyimpangan BBM subsidi jenis Pertalite.
Motor Suzuki Thunder pernah menjadi motor primadona yang menandakan laki-laki maskulin. Kerap disebut motor laki, pesaing Honda Tiger ini dulu cukup laris di pasaran.
Namun, kini ia sedikit beralih fungsi bagi para pelaku bisnis bensin eceran.
Kapasitas tangki standar Suzuki Thunder sudah cukup besar, yaitu sekitar 15 liter. Jumlah tersebut dirasa masih kurang bagi para pedagang bensin eceran.
Memodifikasi menjadi lebih muat banyak pun seakan sebuah jalan ninja. Tak sedikit kita lihat di SPBU di kota Manado banyak Thunder memiliki tangki gendut.















