Sudah Lama Rindu Dipanggil “Ketua”, Maemosa Malah Terancam Dipenjara 6 Tahun

Diduga Palsukan Logo dan Cap PWI

banner 120x600
banner 468x60

MANADO, Ketik24.com – Vanny Loupatty atau biasa dipanggil Maemosa tampak sudah sangat lama merindukan atau sangat ngebet dipanggil ‘Ketua’.

Selain panggilan ‘Ketua’, Maemosa pun ternyata punya rindu terpendam menjadi orang nomor 1 di organisasi wartawan yaitu Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (PWI Sulut).

Demi mewujudkan rindu yang lama terpendam ini, Vanny Loupatty alias Maemosa ini pun sampai berani menghalalkan segala cara.

Salah satunya, Maemosa diduga melakukan tindak pidana pemalsuan dokumen, yaitu memalsukan logo dan cap organisasi PWI Provinsi Sulut.

Vanny Loupatty alias Maemosa ini pun mengklaim dirinya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Sulut.

PWI Sulut yang dipimpin langsung Ketuanya Voucke Lontaan didampingi Sekretaris Merson Simbolon mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sulut, Rabu (19/3/2025) sekitar pukul 17.59 Wita.

Lewat Surat Tanda Penerima Laporan Polisi (STTLP) Nomor : STTLP/B/199/III/2025/SPKT/POLDA SULUT tanggal 19 Maret 2025, Ketua PWI Sulut Voucke Lontaan melaporkan Vanny Loupatty atau biasa disebut Maemosa dan kawan-kawannya atas dugaan melakukan tindak pidana pemalsuan dokumen dengan menggunakan logo dan cap PWI Sulut secara tidak sah.

Perbuatan Vanny Loupatty alias Maemosa dan kawan-kawan ini telah melanggar UU nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP Pasal 263 sebagaimana dimaksud dalam pasal 263, dengan ancaman maksimal pidana penjara selama 6 tahun.

Diketahui, klaim Maemosa tersebut bukan tanpa dasar. Ia menobatkan dirinya sebagai Plt. Ketua PWI Sulut dengan dalil mengantongi SK Ketua Umum PWI versi Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Jakarta 18 Agustus 2024 lalu.

Perlu diketahui, gelaran KLB ini pun ditengarai Ilegal. Pasalnya, KLB PWI yang diinisiasi H. Ilham Bintang, mantan Penasehat PWI yang sudah diberhentikan dan Zulmansyah Sakedang mantan Ketua Bidang Organisasi, yang digelar di Jakarta 18 Agustus 2024 tidak sah karena tidak memenuhi syarat sebagaimana diatur Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga Persatuan Wartawan Indonesia (PD/PRT PWI).

Digelarnya KLB ini tidak memenuhi syarat pasal 28 ayat 1 Peraturan Rumah Tangga Persatuan Wartawan Indonesia (PRT PWI), dimana KLB digelar jika diminta sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) jumlah Provinsi.

Pasal 28

  1. Kongres Luar Biasa diadakan jika diminta oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) jumlah Provinsi dengan alasan ketua umum menjadi terdakwa kasus yang merendahkan harkat dan martabat profesi wartawan.
  2. Kongres Luar Biasa hanya memilih ketua umum baru dan melanjutkan periode kepengurusan.

Selain KLB ilegal karena tidak sesuai PRT PWI, Vanny Loupatty alias Maemosa ini pun ternyata tidak lagi anggota PWI karena kartu keanggotaannya sudah mati sejak tahun 2009.

Vanny Loupatty alias Maemosa ini pun sejak tahun 2018, terdaftar sebagai anggota organisasi Pers, yaitu ; Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulut.

Di IWO, oleh Sahabatnya Victor Rarung, Ketua IWO Sulut kala itu, Maemosa dipercaya menduduki jabatan mentereng, yaitu Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dn Keanggotaan (OKK).

Tak hanya Vanny Loupatty alias Maemosa, Sekretarisnya, Ardison Kalumata pun sejakk tahun 2018 lalu diketahui sebagai anggota IWO dan duduk sebagai elit organisasi, yaitu Ketua IWO Kota Tomohon.

Ternyata, kerinduan dipanggil ‘Ketua’ ini sudah sejak lama dipendam Vanny Loupatty alias Maemosa.

Namun, beberapa kali upaya yang dia lakukan belum mampu mewujudkan rindunya.

Mengingat usianya yang tak muda lagi, semoga upaya lewat klaim sebagai Plt Ketua PWI Sulut dengan SK KLB Ilegal ini menjadi upaya terakhir untuk mengobati rindu yang menjadi “rindu terlarang”.

Pasalnya, hingga kini, Pengurus PWI yang sah adalah hasil Kongres PWI XXV yang digelar di Bandung, 25-26 September 2023 dengan memilih Hendry Ch Bangun sebagai Ketua Umum sesuai SK MenkumHam nomor AHU-0000946.AH.01.08 Tahun 2024 tanggal 9 Juli 2024. Untuk Pengurus PWI Sulut sendiri dipimpin oleh Drs. Voucke Lontaan

Mungkin sebaiknya Vanny Loupatty alias Maemosa perlu pergi berguru ke Jenderal Moeldoko, yang sudah matang dengan aksi Partai Demokratnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!