MANADO, Ketik24.com – Penangkapan pelaku penimbunan BBM ilegal jenis Solar bersubsidi atau biasa disebut Mafia Solar yang gencar dilakukan Polda Sulut dan jajarannya ternyata tak membuat efek jera.
Pasalnya, penangkapan pelaku-pelaku penimbunan BBM ilegal oleh Polda Sulut dan jajarannya nyaris tak pernah sampai ke Pengadilan. Jika pun ada, yang sampai ke persidangan hanya pemain-pemain kecil. Sementara untuk pemain-pemain besar, dikabarkan berakhir dengan “main mata” alias 86, dengan alasan yang sama, “tidak cukup barang bukti”.
Bisnis BBM ilegal ini ternyata sangat menggiurkan. Bahkan lebih menggiurkan dari bisnis budidaya Nilam.
Hal ini terbukti dengan tumbuh suburnya gudang-gudang penimbunan BBM ilegal jenis Solar bersubsidi.
Salah satu yang terbaru adalah gudang penimbunan BBM ilegal jenis Solar bersubsidi yang berada di bilangan jalan Perkamil, Kelurahan Malendeng.

Gudang ini berhasil ditindaklanjuti aparat Kepolisian dari Polsek Tikala pada Selasa (25/3/25).
Pelaku pun dinilai sangat berani, karena lokasi gudang penimbunan BBM ilegal jenis Solar bersubsidi ini dibuka dilahan milik negara, yaitu milik Balai Wilayah Sungai (BWS) Manado.
Bahkan, gudang yang ditengarai milik seorang wanita cantik berinisial Jaquelin Sekoh alias Eqin Shu yang mempercayakan lelaki Marvil Tambuwun alias Marvil untuk pasang badan dan mengelola bisnis ilegal tersebut sudah dipasangi garis Polisi pun masih berani diterobos para terduga pelaku.
Temuan redaksi Rabu (26/3/2025) sekitar pukul 00.20 Wita dini hari, sejumlah orang kepercayaan Eqin Shu yang dipimpin langsung Marvil berada di lokasi gudang yang sudah diberi garis Polisi akan memindahkan barang bukti sejumlah tandon (wadah penampung) dan ratusan liter solar yang didapat dari hasil penyedotan di sejumlah SPBU di Kota Manado.
Anak buah Ratu Solar Eqin Shu ini mendatangi lokasi dengan membawa satu unit dump truk. Dump truk ini ditengarai akan digunakan untuk mengangkut barang bukti dari lokasi yang sudah dipasangi garis Polisi.
Sebelumnya, pada sore hari, awak media mendapati Marvil, yang adalah orang kepercayaan Eqin Shu, dengan sejumlah orang berada dilokasi gudang yang sudah dipasangi garis Polisi.
Keberadaan lelaki Marvil dilokasi Gudang dengan sejumlah barang bukti menimbulkan tanda tanya. Pasalnya, Marvil yang merupakan salah satu terduga pelaku dengan beraninya memasuki dan menerobos tempat kejadian perkara (TKP).
Ditanyai wartawan perihal keterlibatannya, Marvil mengaku hanya orang kerja yang dipercayakan menjaga gudang.
“Saya orang kerja yang dikerjakan Ci, untuk urusan BBM masuk dan keluar, selebihnya ada seorang wartawan yang dipercayakan Ci untuk mengurus segala persoalan terkait komunikasi dengan siapa ke siapa”, cerita Marvil mengaku.
Hingga dini hari tadi, Marvil dan sejumlah orangnya mencoba menerobos TKP yang sudah dipasangi garis Polisi.
Beredar informasi, aktifitas Marvil dan kawan-kawannya dengan sepengetahuan Kapolsek Tikala.
Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie pun diminta menindak tegas anak buahnya yang melakukan kompromi dengan terduga pelaku tindak pidana.
Hingga berita ini ditayangkan, sejumlah awak media pun masih mengawasi TKP dan Mapolsek Tikala.
Upaya konfirmasi ke Kapolsek Tikala pun akan diupayakan pagi hari nanti.















