Bank SulutGo Bantu Korban Bencana Banjir di Kota Manado

banner 120x600
banner 468x60

MANADO, Ketik24.com – Bank SulutGo (BSG) menunjukkan komitmennya terhadap masyarakat dengan memberikan bantuan kepada korban bencana alam banjir dan longsor di Kota Manado, Jumat (21/3/2025).

Bantuan yang disalurkan melalui program BSG Peduli ini mencakup berbagai bahan pokok, seperti beras, telur, minyak goreng, ikan kaleng, gula pasir, dan air mineral.

Bantuan tersebut disalurkan ke sepuluh dapur umum yang didirikan oleh Pemerintah Kota Manado, Minggu (23/3/2025).

Beberapa lokasi penyerahan bantuan termasuk gereja-gereja seperti GMIM Sion Ranomuut, GMIM Bukit Moria Tikala Baru, dan GMIM Garden Dendengan Dalam.

Selain itu, bantuan juga diberikan di masjid-masjid seperti Masjid Ar Rahmah Banjer dan Masjid Arsjad Thawil Komo Luar, serta dapur umum Brimob Polda Sulawesi Utara di Mahawu Tuminting.

Penyerahan bantuan dipimpin oleh Noldy Dandel, Pemimpin Divisi Umum, dan Heince J Rumende, Pemimpin Divisi Corporate Secretary.

Direktur Utama BSG, Revino Pepah, menegaskan bahwa BSG Peduli merupakan wujud kepedulian bank terhadap lingkungan sekitar.

“Bantuan ini kami berikan dengan harapan dapat membantu memenuhi kebutuhan dan mengurangi beban para korban bencana,” ungkap Pepah, Minggu 23/3/2025).

Revino Pepah juga menambahkan bahwa BSG berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam.

“Ini adalah bukti bahwa BSG hadir di tengah masyarakat Sulawesi Utara,” jelasnya.

Ketua BPMJ GMIM Bukit Moria Tikala Baru, Pdt Handry Dengah STh, mewakili para korban banjir, menyampaikan rasa terima kasih kepada BSG atas respons cepat mereka.

Ia menyatakan bahwa BSG adalah instansi non-pemerintah pertama yang datang membawa bantuan natura setelah Pemkot Manado. Bantuan tersebut akan digunakan di dapur umum Wale Bumotik GMIM Bukit Moria Tikala Baru yang melayani lebih dari 500 jiwa dari berbagai denominasi dan golongan agama.

Hujan deras yang terjadi sejak, Jumat (21/3/2025), menyebabkan banjir dan longsor di 23 titik di Kota Manado, Sulut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, sedikitnya 3.103 warga terpaksa mengungsi.

Berdasarkan data dari BPBD Kota Manado hingga, Minggu (23/3/2025) pagi, tanah longsor terjadi di 7 titik yakni di Kecamatan Tikala, Paal 2, Tuminting, Singkil, Wanea, dan Malalayang.

Sedangkan banjir merendam sedikitnya 16 titik yakni di Kecamatan Paal 2, Wanea, Tuminting, Bunaken, Tikala, Singkil, dan Tuminting.

Sebanyak 70 rumah warga di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), terdampak banjir dan tanah longsor.

Bencana alam tersebut merenggut nyawa 1 warga bernama Arnold Robert Mamahit (76) yang tewas tertimpa material longsor di rumahnya di Kelurahan Malendeng Lingkungan 6, Kecamatan Tikala, Jumat (22/3) sekitar pukul 16.20 Wita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!