MANADO, Ketik24.com – Proyek konstruksi pembangunan Recycling Center di Politeknik Negeri Manado berbandrol Rp 902,893,666,09 yang dikerjakan sejak 29 November 2024 dan sedianya selesai dalam 32 hari hingga Mei 2025 tak kunjung selesai.
Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini diduga sarat penyimpangan dan terindikasi adanya jual beli proyek dari pemenang tender CV. Antar Pulau Emas yang berasal dari Palu, Sulawesi Tengah dengan pihak lain.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tony Alalinti yang berhasil dikonfirmasi diruang kerjanya belum lama ini mengakui adanya keterlambatan penyelesaian proyek konstruksi pembangunan Recycling Center di Politeknik Negeri Manado.

“Memang ada keterlambatan. Tapi ada addendum sebanyak 2 kali, addendum pertama untuk masa 50 hari, addendum kedua untuk masa 40 hari. Sudah berakhir 30 Maret 2025 lalu. Tapi memang belum ada pembayaran dan tidak ada uang muka dalam pekerjaan ini. Tetap kita kenakan denda,” jelas Alalinti belum lama ini.
Keanehan berawal dari penjelasan PPK Tony Alalinti ini. Pasalnya, pihak Politeknik Negeri Manado bukannya melakukan pemutusan kontrak kerja dan memasukan perusahan kontraktor CV. Antar Pulau Emas ini kedalam daftar hitam, malah dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan revisi anggaran.
Alalinti pun mengungkapkan proyek yang menggunakan anggaran tahun 2024 ini adalah hibah program antisipasi perubahan iklim dengan pagu Rp 1,13 m, namun nilai kontrak sebesar Rp 902,893,666,09.
Sementara itu, pihak Konsultan Pengawas CV. Kairos, Royke Singal yang sempat dikonfirmasi melalui nomor whatsAppnya 085240916*** dengan penuh emosi mengatakan tidak takut dengan wartawan maupun pihak Kejaksaan.
Pantauan awak media dilapangan Maret 2025, didapati hanya 3 orang pekerja yang tengah menyelesaikan pekerjaan di gedung dan saluran air.
Para pekerja ini pun mengeluhkan tentang material bangunan yang selalu terlambat diadakan. Selain itu, mereka pun mengeluhkan lambannya pembayaran upah dari pihak kontraktor.
Para pekerja ini pun tampak tak menggunakan kelengkapan K3 saat bekerja dilapangan.















