MANADO, Ketik24.com – Sebuah video yang menayangkan seorang oknum anggota Kodim 1309 Manado tengah adu argumen dengan sekelompok warga di tambang emas yang berlokasi di Pasolo/Padang Ratatotok, Minahasa Tenggara (Mitra) beredar di media sosial (medsos) facebok pekan lalu.
Dalam tayang video tersebut, oknum anggota Kodim 1309 Manado, yang terindentifikasi berpangkat Sersan Kepala (Serka) berinisial OT alias Okran sempat menyebut keberadaannya sebagai Pengamanan atas perintah Danrem.
Jawaban yang menggelitik didapati redaksi ketika melakukan konfirmasi ke Komandan Distrik Militer (Dandim) 1309/Manado, Kolonel Arh Yosip Brozti Dadi, S.E., M.Tr (Han) terkait pernyataan anggotanya tersebut.
“Ci ghin yang punya HWR ya. Ditanya ke korem saja pak,,
Sekalian di cek apakah chi gin punya IUP , izin usaha pertambangan,, apakah PETI bereksavator,, apakah yg datang warga ratatotok,,apakah cuma preman bayaran cari uang,” tulis Dandim 1309/Manado Kolonel Arh Yosip Brozti Dadi, S.E., M.Tr (Han) melalui pesan whatsApp lewat nomor 081343031***, Sabtu (5/7/2025).
Namun saat ditanya lanjut terkait siapa yang menugaskan dan apakah keberadaan yg bersangkutan di lokasi tambang emas sepengetahuan pimpinannya, Dandim 1309/Manado tidak merespon dan hanya membaca pesan.
Permintaan Dandim 1309/Manado tentang IUP , izin usaha pertambangan, apakah PETI bereksavator ini sangat menggelitik. Pasalnya, Kolonel Arh Yosip Brozti Dadi, S.E., M.Tr (Han) hingga saat ini masih berstatus sebagai Dandim 1309/Manado.
Sementara itu, lahan pertambangan emas sebagai lokasi percekcokan antara oknum anggota Kodim 1309/Manado dengan masyarakat berada di Pasolo/Padang Ratatotok, Minahasa Tenggara (Mitra), yang adalah masuk wilayah Kodim 1302/Minahasa.
Sementara itu, Danrem 131/Santiago, Brigjen TNI Martin Susilo M Turnip,S.H.,M.H ketika dikonfirmasi melalui Kapenrem Mayor Inf Gusnawan ketika dikonfirmasi melalui nomor whatsAppnya 081394759***, Rabu (9/7/2025) mengatakan bertugas di Jakarta.
“Maaf, masih kegiatan di jalarta, nanti kami cek pak,” tulis Kapenrem.
Diketahui, lahan tambang emas ini sendiri diketahui menjadi sengketa dan saling klaim kepemilikan antara Ci Ghing dengan PT. Hakian Wellem Rumansi (PT. HWR).
Dari narasi video tersebut, disebutkan lokasi di Pasolo/Padang Ratatotok, Minahasa Tenggara.
Oknum tersebut disebut oknum anggota Kodim Manado yang disinyalir lakukan pengusiran warga penambang manual dengan cara yg sangat tidak beradab disertai intimidasi seolah masyarakat adalah musuh negara.
Warga pun meminta Panglima Kodam XIII Merdeka memberikan respon melalui jajarannya.
Berikut narasi postingan tersebut :
Kejadian Ratatotok Lokasi Pasolo/Padang…Minahasa Tenggara.
Oknum Anggota Kodim Mdo disinyalir lakukan pengusiran warga penambang manual dengan cara yg sangat tidak beradab disertai intimidasi seolah masyarakat adalah musuh negara.
Sejatinya perlu di selidiki apakah oknum ini benar seorang anggota TNI atau hanya mengatas namakan TNI (Kodim Manado) yg tidak ada hubungannya dengan wilayah penugasannya.
Mohon Bpk Panglima Kodam XIII Merdeka agar kiranya memberikan respon melalui jajarannya,apakah oknum tersebut adalah benar2 anggota TNI atau hanya membawah2 institusi TNI yg selama ini kita hormati?















