Brigade Manguni Indonesia : Edy Mulyadi Keluar saja dari Indonesia!

banner 120x600
banner 468x60

KETIK24Com – Organisasi Masyarakat (Ormas) Adat Brigade Manguni Indonesia mendukung keputusan Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang mengesahkan Undang-undang Ibukota Negara Republik Indonesia (UU IKN RI) tahun 2022 dengan nama NUSANTARA.

Tonaas Wangko/Ketua Umum Dewan Pimpinan Tonaas (DPT) Brigade Manguni Indonesia (BMI), Batara Rocky Yama Ronoko mengatakan, keputusan Presiden Joko Widodo untuk memindahkan ibukota negara ke Kalimantan sudah tepat karena keputusan yang diambil untuk dilaksanakan sudah melalui kajian yang matang dan malah telah direncanakan sejak Presiden Soekarno.

Oleh sebab itu, tegas Ronoko, BMI menilai tidak ada alasan Edy Mulyadi atau pihak manapun menolaknya.

“Yang tidak setuju, silahkan keluar dari Indonesia. Seluruh jajaran BMI siap mengawal pengesahan ini,” tandas Ronoko yang didampingi sejumlah pengurus pusat BMI, Senin (24/1/2022) saat menyampaikan Surat Terbuka BMI yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo.

Dalam lima poin pernyataan sikap ini, BMI dengan tegas mendukung pengesahan UU IKN-RI.

Nama Edy Mulyadi menjadi sorotan setelah mengeluarkan sejumlah pernyataan kontroversial lewat sebuah video yang viral.

Pernyataan kontroversial yang dilontarkan Edy Mulyadi terkait lokasi ibu kota negara yang baru, yaitu Kalimantan.

Edy Mulyadi menyebut lokasi Ibu Kota Negara sebagai tempat jin membuang anak. Edy juga menarasikan IKN merupakan pasar kuntilanak dan genderuwo.

“Bisa memahami gak, ini ada tempat elite punya sendiri yang harganya mahal punya gedung sendirian lalu dijual pindah ke tempat jin buang anak,” kata Edy beberapa waktu lalu.

Sontak saja, pernyataan Edy Mulyadi itu menuai kecaman dari sejumlah kalangan.

Bahkan Edy Mulyadi dilaporkan Pemuda Lintas Agama Kalimantan Timur ke Polresta Samarinda.

Siapa Edy Mulyadi?

Edy Mulyadi merupakan seorang wartawan senior. Ia pernah terjun ke dunia politik dan bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2019, Edy Mulyadi mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI. Ia maju dari daerah pemilihan (dapil) Jakarta 3 meliputi Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.

Namun Edy Mulyadi gagal ke Senayan karena hanya meraup 7.416 suara.

Saat ini, Edy Mulyadi tidak lagi berada di PKS. Ia terpantau aktif di kanal YouTube. Melalui chanel YouTube Bang Edy Channel, Edy Mulyadi kerap mengunggah video soal isu-isu yang ramai diperbincangkan.

Lewat YouTube-nya tersebut, Edy Mulyadi menjadi sosok yang kontra terhadap pemerintah.

Penulis/Editor : Simon Ronal

Berikut Isi Surat Terbuka Brigade Manguni Indonesia kepada Presiden RI Joko Widodo yang ditandatangani Dewan Pimpinan Tonaas :

SURAT TERBUKA :

Kepada Yang Kami Muliakan :

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Bapak JOKO WIDODO

di Jakarta.

PERNYATAAN SIKAP MENYANGKUT DISAHKAN UU IKN – RI

Perkenankan Kami, Organisasi Masyarakat Adat Brigade Manguni Indonesia memberikan Pernyataan Sikap berupa DUKUNGAN tanpa Pamrih terhadap Keputusan yang diambil oleh Pemerintah dan DPR-RI tentang Pengesahan Undang-Undang Ibukota Negara Republik Indonesia (UU – IKN RI) Tahun 2022 dengan Nama NUSANTARA.

Dengan demikian kami, Brigade Manguni Indonesia melihat dan menilai bahwa :

1. Keputusan yang diambil untuk dilaksanakan, karena sudah melalui kajian yang mendalam dan komprehensif oleh para ahli yang berkompeten.

2. Sebagaimana cara pandang Historis, Sosiologis dan Filosofis bahwa daerah Kalimantan Timur sudah direncanakan oleh Pendiri Bangsa ini Bapak Ir. Soekarno yang pernah merencanakan pemindahan Ibu Kota Negara Baru, jadi saat ini tinggal melanjutkan.

3. Demi untuk suatu kemaslahatan Negara dan Bangsa Indonesia baik menyangkut kondisi lingkungan daerah maupun tingkat populasi penduduk yang berpengaruh pada situasi yang bermartabat dan berkedaulatan serta nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana yang tercantum dalam Mukadimah UUD 1945.

4. Tidak perlu lagi ada orang ataupun kelompok yang mau menghalangi atau membatalkan keputusan Pemerintah tersebut agar supaya Bangsa dan Negara ini tidak diam ditempat yang hanya persoalkan masalah sepeleh, kami peduli kemajuan dan kejayaan NKRI.

5. Kalau kita saling menghargai dan saling mengasihi antara anak Bangsa maka masa depan anak cucu kita akan sangat baik dan mereka akan menghormati kita para pendahulunya.

Demikian Pernyataan sikap ini kami sampaikan kepada Yang Mulia Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo agar kiranya menjadi perhatian dan kepedulian semua warga Bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!