Dugaan Penggelembungan Suara, Gerindra Minsel Desak KPU Gelar PSU

banner 120x600
banner 468x60

KETIK24Com, MINSEL – Dugaan penggelembungan suara pada pelaksanaan Pemilihan Umum calon anggota Legislatif (Pilcaleg) di Kabupaten Minahasa Selatan (Pilcaleg) mencuat.

Tak main-main, DPC Partai Gerakan Indonesia Raya Minahasa Selatan (DPC Gerindra Kab. Minsel) melalui Sekretarisnya Jody Romyhard Ebenhaeser Lonteng, SE mengungkapkan dugaan penggelubungan suara terjadi di 5 daerah pemilihan (Dapil).

Lonteng bersama sejumlah Ketua PAC pun dengan tegas meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minsel turun tangan.

”Ya, kami menduga ada permainan sebelum dan sesudah pencoblosan suara di 730 TPS se-Minsel. Pasalnya, di ulur waktunya penghitungan suara DPRD kabupaten hingga tengah malam/subuh hari. Akibatnya, banyak saksi menyatakan tak mampu bertahan alias tertidur. Dikala itu, dugaan Penggelembungan suara terjadi,” beber Sekretaris DPC Jody Romyhard Ebenhaeser Lonteng didampingi Ketua PAC Maesaan Petra Kaloh ke Ketik24 melalui pesan whatsApp, Minggu (18/2/2024).

Gerindra Minsel pun mendesak KPU dan Bawaslu turun tangan menyelesaikan dugaan tersebut, karena saat ini Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sementara melaksanakan Pleno Rekapitulasi Suara.

Dugaan penggelembungan suara di Pilcaleg 2024 ini menurut Lonteng terjadi secara terstruktur serta tersistematis dan terjadi sejak dari TPS.

”Gerindra Minsel memiliki banyak bukti dan akan mengarah ke Gakumdu Minsel. Kami pun akan meminta untuk digelar PSU. Pasalnya, dugaan diatas terjadi permainan rapi sekali,” tegasnya.

“Seperti TPS 01 Desa Mokobang, Kecamatan Modoinding. DPT 247, suara masuk 387. Berarti selisih 140 suara. Ini baru satu TPS, belum lagi TPS lainnya. Dan melihat hal diatas, Gerindra Minsel tak akan tinggal diam dengan modus operandi yang dilakukan oknum-oknum KPPS di Desa Mokobang dan lainnya,” bebernya.

Senada, Ketua DPD Gerakan Rakyat Sadar Hukum Indonesia (Grasi) Sulawesi Utara, Ramli A Mokoginta, SH menegaskan, apa yang disampaikan Sekretaris DPC Partai Gerindra Minsel Jody Romyhard Ebenhaeser Lonteng ada benarnya.

”LBH Grasi Sulut meminta KPU untuk menggelar pemungutan suara ulang atau PSU. Dugaan diatas bukan tanpa dasar, dan memang kami sementara mengumpul data-data tersebut,” jelas Mokoginta.

Kata Mokoginta, dapil Minsel 1 sangat-sangat krusial terjadi kecurangan. Sama halnya dapil Minsel 3 yang terlihat dengan jelas adanya permainan.

”Buktinya, Perangkat Desa, Penyuluh Pertanian dan ASN, THL ikut andil dalam rangka pemenangan Pilcaleg Minsel. Dengan demikian, tak hanya dugaan diatas. Kami mendesak harus dilakukan penanganan seimbang. Banyak cara ‘kotor’ terjadi di Pilcaleg Minsel dan digembosi perangkat desa, ASN dan THL Minsel,” ungkapnya.

Sementara itu, simpatisan Partai Gerindra Minsel, Masye Durandt mendesak KPU Minsel untuk bertindak dengan cepat.

”Intinya, kalau kita sama-sama transparan pasti berjalan tanpa noda. Tetapi, kalau justru terjadi dugaan diatas, maka politik di Minsel hancur. Ingat, banyak cara dilakukan PDIP untuk bertindak kotor. Sedangkan Gerindra selalu tampil simpatik, tetapi mereka bermain sabun. Dengan adanya dugaan ini, kami mendesak KPU untuk berlaku adil dalam pelaksanaan Pemilu 14 Februari 2024 lalu” pungkasnya.

Dari pantauan wartawan sejak sebelum dan sesudah pelaksanaan Pilcaleg, terungkap akan adanya persoalan baru di Pemilu khususnya Pilcaleg 14 Februari 2024.

Bahkan, para tokoh politik Minsel melihat dan mengakui setelah Prabowo – Gibran terpilih Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2024-2029, akan ada masalah krusial. Padahal, warga Minsel selalu ingin damai setelah pasca Pemilu/Pilcaleg 2024.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi ke pihak KPU Minsel masih terus dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!